Hari Tari Dunia 2015, 3.000 Penari Akan Menggoyang Solo Selama 24 Jam
Laporan Harian Semarang
Kamis, 23 April 2015, 01:20:00 WIB
Kamis, 23 April 2015, 01:20:00 WIB
![]() |
| Perayaan Hari Tari Dunia di Solo tahun 2014 kemarin. |
Solo, Harianjateng.com – Perayaan Hari Tari Dunia 2015, sebanyak 3.000 penari akan menggoyang Solo, Jawa Tengah selama 24 jam dari 138 grup kesenian yang bermacam-macam latar belakang. Mereka berasal dari berbagai daerah yang turut memeriahkan “Word Dance Day 2015” atau akrab disebut Hari Tari Dunia 2015. Mereka akan menggoyang Solo yang diawali 29 April 2015 sampai 30 April 2015.
Hal itu disampaikan panitia penyelenggara, yaitu Esha waktu di Solo, Rabu (22/4/2015). Hari Tari Dunia adalah salah satu perayaan yang digelar dalam rangka membumikan tari. Hal itu sudah dilakukan Pemerintah Solo atau Surakarta yang akan dilaksanakan mulai dari 29 April 2015 pukul 06.00 WIB sampai dengan 30 April 2015 pukul 06.00 WIB.
Menurut Esha, agenda besar tersebut diawali arak-arakan yang digawani oleh seniman dan seniwati. Selanjutnya, digelar upacara pembukaan di halaman Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kemudian, usai pembukaan, diisi dengan berbagai macam atraksi seni dari beberapa sanggar senid di ISI Surakarta.
Menurut Esha, di gedung Teater Besar ISI mulai 13.00 WIB sampai 17.00 WIB juga akan digelar berbagai macam atraksi seni oleh Ikatan Alumni ASKI, STSI, ISI Surakarta. Kegiatan yang digelar tahunan ini, diharapkan akan meningkatkan warga Kota Solo untuk menyukai seni tari. Esha juga berharap acara besar ini mampu mendorong potensi wisata di Solo.
Sebagaimana di kota lain, peringatan Hari Tari Dunia 2015 juga digelar di berbagai macam kota besar. Entah dengan perayaan besar maupun sekadar acara tari-tarian kecil. Seperti perayaan Hari Tari Dunia di Jogjakarta, perayaan Hari Tari Dunia di Semarang, perayaan Hari Tari Dunia di Jakarta, perayaan Hari Tari Dunia di Medan, perayaan Hari Tari Dunia di Surabaya, perayaan Hari Tari Dunia di Bandun dan sebagainya.
Semua itu dilaksanakan dalam rangka membumikan tari-tari tradisional. Hari Tari Dunia juga layak disebut sebagai Hari Raya Penari, sebab jutaan penari akan eksis dan memamerkan kualitas tarian mereka. Dalam hal ini, kemungkinan besar Solo akan menggelar perayaan Hari Tari Dunia tahun 2016, juga Hari Tari Dunia tahun 2017 bahkan merayakan Hari Tari Dunia tahun 2018 kembali. (Red-HB34/Foto: Tempo).
Simak Berita Terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Beritasenayan.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6YBle1iUxbP8FEoT3I. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
1 Juni 2026, 19:21:53
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
31 Mei 2026, 16:47:12
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
30 Mei 2026, 22:54:50
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
30 Mei 2026, 15:53:04
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
26 Mei 2026, 20:21:33
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
26 Mei 2026, 01:44:09
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
1 hari yang lalu
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
1 hari yang lalu
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
4 hari yang lalu
