Demam Batu Akik Merambah Pulau Nusakambangan
Laporan Harian Semarang
Kamis, 30 April 2015, 09:31:00 WIB
Kamis, 30 April 2015, 09:31:00 WIB
![]() |
| Batu akik di Nusakambangan. |
Baca Juga: Kodim Cilacap Sudah Bedah Lima Rumah
Cilacap, Harianjateng.com – Demam batu akik yang membara di Jawa Tengah, kini juga mulai merambah di beberapa pulau. Uniknya, tak hanya di sekitar Brebes, Tegal, dan kabupaten lain, saat ini demam batu akik merambah pulau Nusakambangan, Cilacap.
Pemandangan itu tampak jelas di pelabuhan Wijaya Pura, Pulau Nusakambangan, Cilacap, kemarin. Sebab, warga setempat memadati pelabuhan tersebut lantaran penasaran ingin menyaksikan rencana eksekusi mati 10 terpidana mati kasus narkoba.
Hal itu dimanfaatkan oleh para pedagang batu akik yang membuka lapak dagangan batu akik mereka di sekitar keramian warga Cilacap dan beberapa warga dari wilayah lain tersebut.(Baca juga: Pameran Batu Akik Purwakarta Tampilkan Batu Akik Khas Purwakarta).
Pedagang batu akik di Nusakambangan, Winarno (47) mengatakan ia berdagang batu akik karena memanfaatkan keramaian di pulau Nusakambangan tersebut. “Mumpung ini ramai di sini, kita jadi sekalian dagang batu akik di sini. Apalagi di sini banyak jenis batu akik khas Nusakambangan,” ujar dia.
Winarno selaku pedagang batu akik di kawasan pelabuhan Wijaya Pura tersebut menjelaskan, jenis batu akik yang diminati warga adalah jenis batu akik kecubung asli khas Nusakambangan. Tak hanya batu akik jenis kecubung, namun sejumlah jenis batu akik lain juga diminati warga, misalnya bacan doko, lavender, pancawarna dan batu hijau.
Menurut Winarno, pihaknya juga menjual batu akik bongkahan dan juga batu akik yang sudah jadi seperti yang dipamerkan di lapaknya. “Kami ada jual batu akik bongkahan dan juga ada yang sudah jadi,” papar dia seperti yang dilansir Kompas, Rabu (29/4/2015) kemarin.
Batu akik yang dijual di sekitar pelabuhan Wijaya Pura tersebut tak hanya dijual dengan harga ratusan ribu saja, namun para penjual batu akik juga menjual dagangannya hingga jutaan rupiah kepada para pembeli. Tak hanya dari kaum adam, namun kaum perempuan di pulau Nusakambangan tersebut juga memburu dan meminati batu akik.
Potensi batu akik di Jawa Tengah memang sudah diberitakan ramai di media massa juga ramai di media sosial. Potensi batu akik di Nusakambangan Cilacap, tentu tak kalah beda dengan kualitas batu akik dari Tegal, batu akik dari Brebes, batu akik Banyumas, batu akik Kendal, batu akik Wonosobo, batu akik Magelang, batu akik Purworejo, batu akik Klaten dan batu akik di wilayah Jawa Tengah. (Red-Harian Jateng/HJ56/Foto: Kompas).
Simak Berita Terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Beritasenayan.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6YBle1iUxbP8FEoT3I. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
1 Juni 2026, 19:21:53
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
31 Mei 2026, 16:47:12
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
30 Mei 2026, 22:54:50
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
30 Mei 2026, 15:53:04
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
26 Mei 2026, 20:21:33
Potensi Ekonomi Kreatif Ibu-Ibu di Pasar...
26 Mei 2026, 19:52:01
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
16 jam yang lalu
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
20 jam yang lalu
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
4 hari yang lalu
