Demam Batu Akik di Semarang, Pengrajin Batu Akik Kebanjiran Rezeki
Laporan Harian Semarang
Jumat, 01 Mei 2015, 06:42:00 WIB
Jumat, 01 Mei 2015, 06:42:00 WIB
Semarang, Harianjateng.com – Dengan kondisi tren dan demam batu akik di Semarang, Jawa Tengah, melahirkan rezeki para pengrajin. Meskipun banyak pengrajin dadakan, namun mereka kebanjiran rezeki dan pesanan pembuatan batu akik. Adanya demam batu akik di Semarang, pengrajin batu akik kebanjiran rezeki karena mereka menerima pesanan dari berbagai jenis bahkan dari luar kota seperti Demak, Salatiga, Kendal, dan pecinta batu akik dari Kudus serta daerah lainnya.
Pengrajin batu akik di Pedurungan Semarang, Kasiman (45) mengaku kebanjiran rezeki sejak lima bulan yang lalu. “Sejak Desember 2014, banyak pesanan dari berbagai daerah. Ada yang bawa batunya sendiri, ada juga yang terima jadi,” katanya kepada Harianjateng.com, Jumat (1/5/2015) di Semarang.
Menurut Kasiman, banyak sekali masyarakat yang datang ke rumahnya. “Banyak yang pesan batu akik jenis bacan, merah delima, kalimaya, badar besi,” beber dia. Rata-rata, menurut Kasiman, dalam sehari ia mampu membuat 40 sampai 50 batu akik siap pakai. (Baca juga: Pameran Batu Akik Semarang Diikuti 50 Pengusaha Batu Akik Seluruh Indonesia).
Ada yang berupa cincin, katanya, dan ada pula yang berupa kalung atau anting. “Kalau yang paling murah di sini seharga Rp 50.000 dan yang paling ya sekitar Rp 10 juta,” bebernya.
Demam batu akik di Jawa Tengah memang memancing potensi batu akik di wilayah Jateng, seperti batu akik asli Semarang, batu akik khas Demak, batu akik asli Salatiga, batu akik asli Jepara, batu akik asli Pati, batu akik asli Blora, batu akik asli Grobogan, batu akik asli Kudus, batu akik asli Kendal, batu akik asli Purbalingga, batu akik asli Banjarnegara, batu akik asli Wonogiri dan sebagainya di wilayah Jawa Tengah.
Dalam sehari, kata Kasiman, dia mampu menghasilkan uang jutaan rupiah. “Awalnya saya cuma ngoleksi, tapi pas ramai saya mulai belajar mengasah dan sampai saat ini sudah bisa,” beber dia.
Bisnis yang dilanjankan Kasiman tersebut, ternyata juga sudah dilakukan banyak warga Semarang pada umumnya. “Wah, kalau sekarang banyak, ada teman saya yang mengasah batu akik di Ngaliyan, Mangkang, Sampangan, Banyumanik dan sebagainya,” pungkas dia. (Red-Harian Jateng/HJ45/Foto: Metro-tv).
Simak Berita Terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Beritasenayan.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6YBle1iUxbP8FEoT3I. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita terkait
Prabowo Bilang KDMP Ada, Fix Tak...
21 Juli 2026, 10:30:31
Gus Rozin Siap Maju Jadi Calon...
15 Juli 2026, 21:09:44
Dari Pemikiran Sumitro Djojohadikusumo ke Prabowonomic
13 Juli 2026, 12:57:05
Tim Pengabdian UNNES Gelar Edukasi Parenting...
9 Juli 2026, 08:36:43
Awasi Pleno PDPB TW II, Masukan...
8 Juli 2026, 16:17:03
Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan...
7 Juli 2026, 16:01:44
Berita Terbaru
Prabowo Bilang KDMP Ada, Fix Tak...
17 jam yang lalu
Saat Kedaulatan Ekopol Kita Rentan
3 hari yang lalu
Mohammad Hatta: Keheningan dan Kesetiaan
6 hari yang lalu
