Pejabat Indonesia adalah Penjahat, Ulamanya Selebritas
Laporan Harian Semarang
Minggu, 17 Mei 2015, 17:36:00 WIB
Minggu, 17 Mei 2015, 17:36:00 WIB
Jakarta, Harian Jateng – Mengakuikah Anda, kalau pejabat Indonesia adalah penjahat, ulamanya selebritas. Bagi M Yudhie Haryono Direktur Eksekutif Nusantara Centre Indonesia, Indonesia adalah negara yang aneh dan lucu. Bagi penulis buku Merebut Mimpi Bangsa tersebut, Indonesia bukan negara yang fasih dan taat konstitusi.
“Aku dapat hipotesa, Indonesia adalah negara yang paling tidak fasih mempublikasikan dirinya terhadap dunia. Warganya pasrah, ilmuwannya lemah, pejabatnya penjahat dan ulamanya selebritas,” kata dia, kemarin.
Maka, lanjut dia, posting serius tentang republik pasti sepi tanggapan. “Kalau posting lendir atau amoralisme pasti ramai tanggapan. Begitukah kawan-kawan? Atau kalian punya antitesa lain,” tegas penggasan Komisi Ideologi Nasional tersebut.
Tugas Negara Indonesia
Menurut Yudhie, di negara Pancasila, hidup mestinya menjadi festival kegembiraan. “Tak beruntung dikeluhkan. Tak bercitra disesalkan. Di gunung dan lembah, kita tidak perlu nelangsa,” beber pria kelahiran Banyumas tersebut.
Baca Juga: Dentuman TMMD Kodim Cilacap Mulai Ditabuh
Di hutan dan lautan, kata dia, kita bisa bahagia. “Sayangnya, karena penjajahan maka kita tak bisa lagi bahagia. Penjajahan yang hilirnya soal kedaulatan uang. Makanya, hanya segelintir yang paham. Hanya sedikit yang tahu solusinya. Mengapa tak paham? Karena kita mengalami selama berabad-abad tiga hal, warisan ekopol-kolonial, cultuurstelsel, sistem inisiatif partikulir. Ketiganya merakyat dalam logika merasa benar di jalan sesat, bukan tersesat di jalan benar,” jelas dia.
Untuk mengeluarkan dari belenggu tersebut, kini Yudhie menulis buku menarik. “Ini mata ajar kedua dari Sekolah Postkolonial. Merangkum dari 8 buku babon,” ujar dia.
Buku pertama adalah Nusa Jawa Silang Budaya karya Denys Lombard. Kedua, The Religion of Java karya Clifford Geertz. Ketiga, Peradaban Jawa karya Supratikno Rahardjo. Keempat, Culture and Politics in Indonesia karya Claire Holt.
“Buku kelima adalh Bukan 350 Tahun Dijajah karya GJ Resink, kemudian Peradaban Atlantis Nusantara karya Ahmad Samantho, dilanjutkan buku Atlantis The Lost Continent Finally Found karya Arysio Santos, dan terakhir buku Eden in the East karya Stephen Oppenheimer,” pungkas dia. (Red-HJ34/Foto: YH/Harian Jateng).
Simak Berita Terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Beritasenayan.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6YBle1iUxbP8FEoT3I. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
1 Juni 2026, 19:21:53
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
31 Mei 2026, 16:47:12
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
30 Mei 2026, 22:54:50
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
30 Mei 2026, 15:53:04
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
26 Mei 2026, 20:21:33
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
26 Mei 2026, 01:44:09
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
2 hari yang lalu
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
3 hari yang lalu
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
4 hari yang lalu
