Puisi Telanjang, Tanpa Sehelai Benang
Laporan Harian Semarang
Rabu, 20 Mei 2015, 05:08:00 WIB
Rabu, 20 Mei 2015, 05:08:00 WIB
Oleh Yusfi Wawan Sepriyadi
Sekian lama terkubur dlm lubang kubur
Ketika nurani terbungkam
Sabda pandita menjadi dawuh sinuhun
Tiga puluh dua tahun berlalu
Dalam kuasa tirani orde baru
Mei 98 catatan gelora pergerakan
Bangkit bergerak menuju perubahan
Catatan catatan demonstran masih terkenang
Luka lama masih terbayang dalam ingatan
Mahasiswa turun kejalan, bangkit bergerak melawan penindasan
Memimpin dalam sebuah barisan
Tentara berderet memegang senapan
Mempertahankan kekuasaan
Semua berlalu,begitu saja
Noda darah masih tersisa pada kain bendera
Wajah wajah lama, berubah dengan topeng topeng dewa
Menyambut kemenangan dibalik selimut penguasa
Kemerdekaan melawan tirani sudah terjadi
Katanya kini dalam era demokrasi
Namun kini telanjang tanpa sehelai benang
Negeri negeri bersorak berebut simpati
Kini dalam cengkraman demokrasi
Telanjang tanpa sehelai benang
Hingga kau pamerkan kemaluanmu
Dilayar kaca ,dunia melihatmu
Tak tahu negeri ini milik siapa ….?
Telanjang tanpa benang , hingga mereka menjamah seenak mereka
Dari onani hingga setubuhi bumi
Saat bangkit bergerak merebut kedulatan yang suci
Brebes, 20 Mei 2015
Penulis adalah warga Brebes, Jawa Tengah.
Simak Berita Terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Beritasenayan.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6YBle1iUxbP8FEoT3I. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita terkait
Prabowo Bilang KDMP Ada, Fix Tak...
21 Juli 2026, 10:30:31
Gus Rozin Siap Maju Jadi Calon...
15 Juli 2026, 21:09:44
Dari Pemikiran Sumitro Djojohadikusumo ke Prabowonomic
13 Juli 2026, 12:57:05
Tim Pengabdian UNNES Gelar Edukasi Parenting...
9 Juli 2026, 08:36:43
Awasi Pleno PDPB TW II, Masukan...
8 Juli 2026, 16:17:03
Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan...
7 Juli 2026, 16:01:44
Berita Terbaru
Prabowo Bilang KDMP Ada, Fix Tak...
7 jam yang lalu
Saat Kedaulatan Ekopol Kita Rentan
2 hari yang lalu
Mohammad Hatta: Keheningan dan Kesetiaan
5 hari yang lalu
