Ngeri, Pria asal Kertek Wonosobo Terlindas, Kepalanya Pecah Tersangkut Ban Tronton

Laporan Harian Semarang
Jumat, 25 September 2015, 06:07:00 WIB



Suasana evakuasi

Wonosobo, Harian Jateng – Nyawa manusia memang tidak ada yang tahu kapan melayangnya. Begitu pula yang menimpa, Anton warga Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Ia mengalami kecelakaan parah, hingga menewaskan dirinya seniri.

Dari kondisi kecelakaan, kepalanya pecah karena terlindas tronton bernomor polisi K 1831 BB di jalan Raya Kertek tepatnya di depan kampung Sayangan, Desa Sudungdewo, Kecamatan Kertek, Kamis (24/9/2015).

Saat mau dievakuasi, kondisi tubuh korban cukup sulit untuk dikeluarkan. Pasalnya, badan Anton tersangkut di dalam ban tronton bagian belakang. Kecelakaan yang menewaskan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, dan baru bisa ditangani polisi hingga pukul 18.00 WIB.

Ratusan warga Sayangan Wonosobo, dari pantauan Harian Jateng, beserta pengandara yang lewat jalan tersebut langsung menyaksikan tabkrakan maut yang mengerikan tersebut. Warga juga ngeri melihatkan, apalagi setelah disaksikan isi kepala korban berceceran di jalan.

Sepeda motor milik korban yang terlindas ban tronton

Di jalanan sekitar lokasi kecelakaan, juga mengalir darah yang membuat warga sekitar merinding. Akhirnya, jasadnya bisa dikeluarkan dan ia diangkut ambulance dari PKU Muhammadiyah.

Menurut Satrio, pria yang membonceng Anton, kecelakaan maut tersebut karena Anton mau menyelip busa. “Tadi hendak menyalip bus, tapi datang tronton dari arah barat. Dia Anton warga asli Klilin,” kata dia kepada Harian Jateng.

Usai dibawa ke PKU Muhammadiyah Satrio meskipun terselamatkan namun pihaknya juga mengalami luka yang serius. Sebab, kakinya berdarah akibat tabrakan yang terjadi di Kertek Wonosobo tersebut.

“Saya tadi berboncengan dengan Anton,” beber dia.

Kejadian yang tak dikehendaki tersebut, bermula ketika Anton yang memboncengkan Satrio mengendarai sepeda motor dengan kencang, dari arah timur Kertek Wonosobo. Anton mencoba membalap bus yang ada di depannya, akan tetapi bus melaju kencang dan tak bisa dikejar, malah ada tronton yang memuat Aqua melaju dari barat yang menghantam Anton dan Satrio.

“Jadi saya itu sedang nyopir, kemudian kendaraannya melaju kencang hendak menyalip bus. Tiba-tiba dipertengahan tidak bisa mengejar hingga akhirnya masuk kedalam ban,” ujar Ponco sopir Tronton asal Tembelang. 

Ponco juga menegaskan, bahwa pihaknya sudah mengerem tronton yang ia kendarai dengan kuat. Akan tetapi, kecepatan tak bisa dihentikan dan akhirnya terjadilah kecelakaan maut tersebut. (Red-HJ44/Foto: Jamil/Harian Jateng).


Berita terkait

Tak ada yang salah! memang Puan Maharani idola wanita Indonesia
Tak ada yang salah! memang Puan...
27 September 2022, 23:09:13
Tanda yang Merusak Niat Baik
Tanda yang Merusak Niat Baik
25 Juni 2022, 00:28:07
Mengenal Creative Piata
Mengenal Creative Piata
30 Mei 2022, 16:31:23