Komite Sekolah di Wonosobo Diberdayakan

Laporan Harian Semarang
Rabu, 30 September 2015, 07:37:00 WIB



Suasana launching gerakan pemberdayaan komite sekolah, kemarin.

Wonosobo, Harian Jateng – Komite Sekolah di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah kini mulai digerakkan. Terbukti pada Selasa (29/9/2015), UPT Disdikbudpora Kecamatan Kejajar Wonosobo mencanangkan gerakan pemberdayaan komite sekolah.

Gerakan yang dipelopori  dari kesadaran komite itu dilauncing di aula UPT Didikbudpora yang dihadiri puluhan peserta dari komite sekolah setempat.

Samsul Maarif Kepala Disdikbudpora Kabupaten Wonosobo sangat menyambut baik adanya gerakan pemberdayaan komite sekolah di Wonosobo tersebut.

Pasalnya, dengan diberdayakannya komite sekolah, akan meningkatkan layanan pendidikan, khususnya di kecamatan setempat dan umumnya di Wonosobo.

Kami memberikan apresiasi yang sangat besar, kata Samsul, karena ada kesadaran yang muncul dari komite untuk meningkatkan pendidikan.

“Kekompakan komite di Kecamatan Kejajar menjadi modal dasar untuk memajukan pendidikan,” ungkap dia.

Kepala Disdikbudpora Wonosobo tersebut juga rencananya akan menggerakkan semua UPT di 15 Kecamatan untuk meniru gerakan yang dicanangkan oleh UPT Kecamatan Kejajar Wonosobo tersebut.

Pasalnya, dengan adanya wadah komite ditingkat Kecamatan, komite sokolah program-program yang sudah ada akan kembali diaktifkan.

“Seperti halnya jam belajar dimasyarakat dan bisa mengintensifkan kembali senja keluarga,” ungkap dia dalam kesempatan tersebut.

Kegiatan launcing tersebut, diikuti sekitar 75 peserta terdiri atas unsur komite sekolah, kepala sekolah dan dihadiri oleh Kepala Disdikbudpora Kabupaten Wonosobo.

Kemudian juga hadir ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo, Camatan Kejajar serta Kepala UPT Disdikbudpora Kecamatan Kejajar serta unsur-unsur lainnya yang hadir dalam agenda tersebut.

Muh Tafsir Kepala UPT Disdikbudpora Kecamatan Kejajar Wonosobo, menjelaskan  Kejajar Wonosobo pernah berjaya dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

Salah satu indikator keberhasilan MBS tersebut, dengan tingginya partisipasi masyarakat.

“Untuk itu, melalui gerakan pemberdayaan sekolah inilah partisipasi masyarakat akan semakin meningkat. Supaya kejayaan manajemen sekolah bisa terulang kembali,” ujar dia.

Dari kekompakan komite sekolah tersebut, memiliki program yang pasti. Sebab, pada tahun 2015 ini, sudah ada paguyuban komisi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Menurut Muh Tafsir, terbentuknya paguyuban akan mampu memberikan informasi baru cara mengembangkan sekolah berbasis masyarakat.

“Karena, dengan adanya komite maka akan saling bertukar informasi dengan komite yang lain,” ungkap dia.

Tidak hanya mengaktifkan jam belajar di masyarakat, akan tetapi
program-program gerakan pemberdayaan sekolah tersebut juga akan mengawal kemajuan pendidikan setempat.

Tafsir juga menegaskan, geliat memanfaatkan waktu belajar mulai pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB sudah mulai hilang.

“Program ini akan menghidupkan lagi semangat belajar,” tandas dia. (Red-HJ13/Foto: FJ/Harian Jateng).