UMKM Desak Pemerintah Semarang Perhatian

Laporan Harian Semarang
Sabtu, 10 Oktober 2015, 09:45:00 WIB



Suasana Talkshow Ekonomi di Unnes, Sabtu (10/10/2015).

Semarang, Harian Jateng – Pembahasan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diwakili oleh salah satu pemateri dari Yayasan Semangat Membangun Indonesia Hebat (SMIH), Agus William Prihaditama menyinggung mengenai perhatian pemerintah.

Acara talkshow yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) bertempat di gedung Fakultas Hukum kampus UNNES, Sabtu pagi (10/10/15).

Bertemakan Strategi Mensejahterakan UMKM Dimasa Krisis Ekonomi, hadir pula sebagai pemateri ke 2, Agus Guntoro yang merupakan perwakilan dari Disperindag (Dinas Perindustrian Dan Perdagangan) Provinsi Jawa Tengah.

Acara dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi UNNES. Dalam materinya Wiliam menyampaikan mengenai kondisi UMKM dalam menghadapi krisis ekonomi saat ini.

“Sektor UMKM mampu bertahan pada saat krisis global,” katanya.

Adanya krisis ekonomi global banyak perusahaan besar yang mengurangi jumlah karyawannya, hal berbeda terjadi pada sektor UMKM.

Akan tetapi, lanjut Wiliam dalam materinya, UMKM juga memiliki permasalahan cukup banyak yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah.

Adanya keinginan dari UMKM kepada pemerintah agar menyediakan anggaran, untuk penyewaan tempat di area Bandara maupun Mall. Supaya produk dari UMKM bisa dipasarkan dan dikenal tidak hanya warga lokal.

“Jika kita memiliki stand – stand di tempat seperti itu, produk bisa dikenal oleh banyak orang, tidak hanya produk luar negeri, walaupun semua itu tetap membutuhkan penanganan yang tepat,” lanjut Wiliam.

Hal berbeda disampaikan oleh Agus dari Disperindag, mengenai Indonesia yang masih tertinggal dari MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

“Permasalahan yang sering dihadapi oleh UMKM adalah modal dan pemasaran. Modal sendiri, dibuat sendiri, dipasarkan sendiri, dan yang terakhir bingung sendiri,” ungkap Agus dalam guyonannya.

Agus juga menambahkan bahwa UMKM perlu adanya pembenahan. Yaitu dalam bidang daya saing, penguasaan teknologi, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), mengoptimalkan produk yang efisiensi, meningkatkan Legalitas hasil produk, dan meningkatkan SDM yang profesional.

Dengan diselenggarakannya acara tersebut, mahasiswa yang merupakan pemuda bangsa dapat lebih memahami perekonomian bangsa dan membangun ekonomi bangsa bersama. Hal itu diungkapkan oleh Kiki.

“Acara ini dapat membuat mahasiswa melek dan mengetahui bagaimana menghadapi MEA,” ungkap mahasiswi Fakultas Bahasa dan Sastra UNNES tersebut. (Red-HJ33/Foto: Nur Sovy/Harian Jateng).