Berkah TMMD Kodim 0721/Blora, Anak-anak tak Copot Sepatu ke Sekolah
Senin, 19 Oktober 2015, 09:22:00 WIB
![]() |
|
PENGERASAN: Pembangunan jalan makadam di Karang Tengah, Ngawen, Blora memasuki tahap pengerasan. (Foto : Urip D)
|
Blora, Harian Jateng – Dalam kegiatan TMMD Reguler ke-95 Kodim 0721/Blora di Desa Karang Tengah, Kecamatan Ngawen, Blora, sedikitnya ada 8 proyek fisik yang dikerjakan dan membawa berkah kepada warga setempat.
Beberapa warga setempat mengemukakan, bukan berarti mengecilkan proyek fisik yang lain, namun proyek fisik TMMD kali ini yang paling mengena di masyarakat adalah pembangunan jalan makadam sepanjang 800 meter dengan lebar 2,5 meter.
Saat ini proyek jalan tersebut sudah memasuki pengerasan, dan diperkirakan 2 hari menjelang penutupan TMMD akan kelar.
”Wah kalau jalan makadam sudah selesai, sebuah anugerah bagi warga. Bukan hanya warga Karang Tengah saja, melainkan juga bagi warga desa tetangga, yakni Desa Sumberejo,” kata Paimin ketika ditemui di sela-sela kegiatan gotong royong pembangunan jalan tersebut, Senin (19/10/2015).
Paimin juga mengemukakan, jalan yang saat ini tengah dibangun TNI bersama-sama warga, selama ini kondisinya sangat memprihatinkan, utamanya di saat musim penghujan.
Begitu musim penghujan datang, jangan harap jalan tersebut bisa dilalui oleh sepeda, sepeda motor apalagi kendaraan roda empat. Pendapat paimin tersebut juga diamini sejumlah warga lainnya.
Senada dengan hal itu, Parjo, warga lain, mengatakan bahwa jalan di Desa Karang Tengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora menjadi hal yang sangat vital.
“Jalan tersebut cukup vital, tidak saja bagi warga Desa Karang Tengah, melainkan juga warga Desa Sumberejo. Karena munghubungkan warga untuk menuju ke ibukota Kecamatan Ngawen,” ujar dia.
”Sehingga kalau pas musim penghujan, bagi warga Sumberejo jika ingin menjual hasil pertanian ke Ngawen kan kesulitan. Atau bagi warga yang ingin membeli sesuatu ke Ngawen, dipastikan harus berjuang dengan kondisi jalan yang berlumpur dan licin,” ungkap Parjo.
Pantauan di lapangan, disaat warga bersama TNI bahu membahu menyelesaikan proyek jalan itu, tampak raut kegembiraan di wajah mereka. Karena tidak bisa dipungkiri, berkat TMMD Reguler ke-95 Kodim 0721/Blora, jalan makadam sepanjang 800 meter dengan lebar 2,5 meter, sebentar lagi terselesaikan, dan sangat dinanti-nantikan warga.
Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Chb Sudiyono, ketika dikonfirmasi soal kegembiraan warga itu. ”Mudah-mudahan apa yang dilakukan TNI bersama warga di Desa Karang Tengah ada manfaatnya,” tandasnya.
Yang terpenting, katanya, saat ini pihaknya tetap konsentrasi untuk segera merampungkan proyek jalan makadam tersebut, disamping sejumlah proyek fisik lainnya. Sama seperti saat Pra TMMD dimulai, hingga taraf finishing proyek, sejumlah unsur, mulai dari TNI, juga Polri, bersama warga setempat, terus saling bahu membahu, bergotong royong.
Warga Senang
Kades Karang Tengah, Yasir ketika ditemui, mengiyakan jika warganya sangat senang menyusul akan selesainya pembangunan jalan makadam oleh TNI bersama warga setempat. ‘”Ada banyak alasan jika warga senang dengan akan selesainya jalan makadam itu. Tidak saja bagi warga Karang Tengah lho, melainkan juga bagi sebagian warga Desa Sumberejo,’’ tandasnya.
Menurutnya, sejak dulu hingga saat ini ada puluhan anak di seberang jalan, yakni warga Sumberejo yang sekolah di MTS di Desa Karang Tengah. Dulu, selama jalan belum dibangun, jika musim penghujan, merupakan lagu wajib, untuk pergi ke sekolah anak-anak harus copot sepatu. Tidak hanya copot sepatu, melainkan dulunya, anak-anak menempatkan sepeda di seberang jalan, karena memang jalan tidak bisa dilalui sepeda ‘’Ini sudah kondisi wajib selama musim penghujan,’’ jelas Yasir.
Untuk itu, menurut Yasir, wajar jika sebagian warga saat ini senang dengan akan selesainya jalan makadam tersebut. Apalagi, sebentar lagi akan memasuki musim penghujan, sehingga bayangan tidak akan copot sepatu, tidak akan menempatkan sepeda di seberang jalan tidak akan ada lagi di benak mereka.
Terpisah, Camat Ngawen, Drs Sunanto, menyatakan, cukup bangga dan terimakasih dengan adanya kegiatan TMMD Reguler ke-95 Kodim Blora, di Desa Karang Tengah tersebut. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri lagi, jika manfaat pembangunan yang dilaksanakan TNI bersama warga besar pengaruhnya bagi pembangunan di Desa Karang Tengah.
Dia mencontohkan, adanya program jambaniasi di desa tersebut. Bukan masalah jumlah pembangunan jamban yang mencapai 150 buah lebih, melainkan “virus” dari jambanisasi itu bisa menular bagi warga di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ngawen, Blora.
“Masih banyak warga di sejumlah desa di ngawen yang memang belum berjamban. Sehingga virus positif yang terjadi di Desa Karang Tengah bisa menular ke desa-desa lain,” pungkas dia. (Red-HJ33/Urip D).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
