Wonosobo Butuh Balai Promosi Lukisan

Laporan Harian Semarang
Jumat, 23 Oktober 2015, 12:18:00 WIB



       Ketua Paguyuban Seniman Wonosobo “Dieng Artis Komunity” saat menunjukkan lukisan, Kamis (22/10/2015).

Wonosobo, Harian Jateng – Adanya banyak seniman, menjadikan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah dikenal dengan keseniannya, salah satunya adalah kesenian lukis atau lukisan.

Tidak sekadar mengangkat nama baik Wonosobo, akan tetapi potensi tersebut sebenarnya bisa menggeliatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Wonosobo.

Aji Samuda Ketua Paguyuban Seninam “Dieng Artis Komunity”, Kamis (22/10/2015) menegaskan bahwa sejatinya ada ratusan seniman di Wonosobo.

Dikatakan Aji, sebenarnya mereka selalu menghasilkan karya-karya lukisan yang bagus. Akan tetapu, selama ini belum ada yang membukakan pintu untuk membantu menggelar pameran secara rutin.

“Padahal untuk bisa membangkitkan seniman-seniman di Wonosobo, bisa dikumpulkan dalam sebuah pameran. Karena, mereka akan tertarik untuk memamerkan hasil karyanya kepada penikmat seni lukisan,” ujar Aji di sela-sela pameran lukisan di berkah Mandiri Galeri belakang Warkom, Longkrang, Wonosobo.

Masalah yang saat ini dialami menurut Aji adalah tidak tersedianya balai khusus untuk promosi lukisan khas seniman Wonosobo.

Padahal, menurut Aji, ketika ada balai seni lukisan, bisa dijadikan untuk media menampung karya para seniman Wonosobo.

“Kalau sudah ada balai promosi, maka bisa melakukan pameran secara rutin setiap bulannya. Secara otomatis seni lukisan akan semakin diminati dan mudah untuk mencarinya,” ungkap dia.

Solusinya, menurut Aji, adalah semua bergantung dari pemerintah. Sebab, ia menilai bahwa peran pemerintah sangat besar untuk membantu memasarkan karya seni lukisan yang sudah ada.

“Sebenarnya pemerintah memiliki peran yang sangat besar. Mereka bisa menyediakan balai promosi, kemudian modelnya para seniman menyewa atau bagi hasil ketika ada pameran dan lukisannya laku terjual,” ujar dia.

Kirom, seniman lukisan kaligrafi juga menegaskan selama ini minat warga untuk mencintai seni kaligrafi dan lukisan sangat tinggi. Akan tetapi, belum dimaksimalkan secara serius.

“Sebenarnya jika dikelola dengan baik bisa meningkatkan PAD. Bergantung model yang bisa dilakukan oleh pemerintah saja,” ungkap dia.

Untuk itu, agar karya seni lukisan para seniman bisa dipasarkan dengan mudah di Kabupaten Wonosobo. (Red-HJ35/Foto: Jam/Harian Jateng).