Pelaku Desain Komunikasi Visual Dilarang Plagiarisme

Laporan Harian Semarang
Kamis, 29 Oktober 2015, 15:17:00 WIB



Gohdam Eko Saputro (kiri berdiri) saat menyampaikan materi seminar, Kamis malam (29/10/2015).

Semarang, Harian Semarang – Pelaku desain komunikasi visual dilarang plagiat karya orang lain, karena hal itu akan merugikan diri sendiri. Sebab, selama ini banyak sekali plagiarisme di bidang desain, seperti contoh plagiat logo, bentuk desain dan lainnya. Seorang desainer dituntut professonal dan berlaku secara jujur dalam mendesain sesuatu.

“Jangan ambil karya orang lain lalu dicrop. Minimal lakukan ATM, amati tiru modifikasi, kita harus menghargai karya orang lain,” ujar Godham Eko Saputro Ketua Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Indonesia (AIDIA) Cabang Semarang, Kamis malam (29/10/2015) dalam seminar bertajuk “Kemana sih Cari Desain yang Baik dan Benar Itu? ” di ruang Sindoro lantai 3 Gedung Telkomsel Jalan Pahlawan nomor 10 Semarang.

Pihaknya juga mengatakan, dalam mendesain perlu kesatuan bahasa visual.

“Kalau mau bagus hasilnya, desain yang kita bikin harus memperhatikan kesantunan bahasa visual,” ungkap dosen DKV Udinus tersebut.

Pihaknya juga mengatakan, sebelum mendesain perlu matang konsepnya, membaca dan juga riset.
Ia juga mengatakan, menjadi desainer itu ibarat detekif yang harus rajin menelitia dan melek internet. Kemudian, lanjut dia, gambar harus orisinil.

“Jadi plagiarisme itu memang harus dihindari. Kita harus antiplagiarisme sama sekali,” beber dia.

Dalam seminar tersebut, sebenarnya dirangkai dalam Kongres Daerah AIDIA Cabang Semarang yang sudah terlaksana selama dua hari, yaitu Rabu 28 Oktober 2015 di Tekodeko Koffiehuis, Kota Lama, Jl. Letjen.  Suprapto nomor 44 Semarang dan kemudian dilanjutkan hari ini, Kamis malam 29 Oktober 2015 di ruang Sindoro lantai 3 Gedung Telkomsel Jalan Pahlawan nomor 10 Semarang.

Menurut Godham, terjun di dunia desain memang tidak bisa main-main, karena membutuhkan riset, perlu membaca dan banyak referensi. Sebab, jika melakukan plagiarisme, hal itu menunjukkan kebodohan desainer tersebut. (Red-HJ55/Foto: Dli/Harian Jateng).