Abdul Aziz Pria Asal Dukuhseti Pati, Miliki Trik Khusus Menghafal Alquran

Laporan Harian Semarang
Sabtu, 07 November 2015, 05:49:00 WIB



Abdul Aziz. dok-pribadi.

Bagi Abdul Aziz, menjadi penghafal Alquran itu bisa mudah dan bisa sulit. Menurut pria asal Dukuh Seti Rt 4 RW 2 Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati ini, jika ingin menghafal Alquran, maka tidak bisa main-main alias sembarangan.

Seperti diketahui, di Dukuhseti Pati sendiri sampai detik ini sudah banyak penghafal Alquran, baik yang otodidak, belajar nyantri pondok atau belajar dengan hafiz senior.

Lulusan MI Himmatul Mutaallimin DUkuhseti 01 tersebut, mengatakan bahwa jika serius belajar dan menghafal Alquran, harus diniati lillahi ta’ala dan tidak bisa disalah gunakan.

Sebab, bagi jebolan MTS Madarijul Huda Kembang ini, hafal Alquran memiliki tanggung jawab yang dobel, ya di dunia dan akhirat.

Cara Menghafal Alquran dengan Mudah dan Cepat
Bagi alumnus MA Madarijul Huda Kembang Dukuhseti ini, semua hafiz atau hafizah, memiliki cara menghafal Alquran dengan mudah dan cepat tersendiri.

“Kiat menghafal pertama kali ya  niat yang kuat,” ungkap Aziz kepada Harian Jateng, Sabtu (7/11/2015).

Selain niat, menurut dia, tulus dan ikhlas karena Allah dan cinta, senang pada Alquran juga menjadi salah satu cara menghafal Alquran.

“Menjadikan Quran sebagai way of life dan menjadikan orang terdekat sebagai motivasi atau penyemangat,” ujar Aziz yang juga hafiz tersebut.

Dalam pengalaman menghafal dulu, Aziz menceritakan bahwa dirinya menghafal 30 juz Alquran sekitar 2, 5 tahun.

“Dulu kelas 2 MA aku mulai nyicil, pas lulus tahun 2009 sudah hafal 30 juz full,” ungkap dia.

Selain hal di atas, Aziz yang juga pernah nyantri di Pondok Pesantren Raudlatul Quran Dukuhseti, Pati menegaskan pentingnya menguatkan fondasi, yaitu Tahfid, Tartil, Tahfid dan Tajwid.

“Tak kalah penting, mencari lingkungan yang mendukung untuk hafalan,” papar pria yang pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Hal yang paling penting lagi dalam menghafal Alquran, menurut Aziz adalah istiqomah atau konsiten dalam menghafal.

“Karena menjaga itu lebih susah dari pada mengahafal,” tegas Aziz yang pernah belajar di Pondok Pesantren Nurul Quran Pamulang Tangerang Selatan 2013-2015.

Ukir Prestasi dan Aktif Organisasi
Pria yang saat ini tinggal menunggu wisuda di PTIQ Jakarta jurusan Pendidikan Agama Islam tersebut, ternyata tidak hanya sukses belajar dan menghafal Alquran. Dirinya juga pernah menjuarai berbagai perlombaan dan aktif di organisasi.

Tercatat, Aziz pernah mendapat juara MTQ Kabupaten Pati 2010 Juara II 10 Juz, kemudian STQ Kabupaten Pati 2010 Juara II 30 Juz.

“Pernah juga ikut MTQ Kabupaten Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat Juara II 10 Juz dan MTQ antarmahasiswa di Pamulang, Tangsel peringkat IV tahun 2013,” jelas dia.

Di sisi lain, Aziz yang asli Dukuhseti tersebut juga aktif dalam berbagai organisasi di kampusnya.
“Saya pernah menjadi Departemen Tahfidz dan Tilawah JHQ (Jam’iyah Hafdzah Al-Quran ) Keluarga Penghafal Alquran Jawa Tengah di Jakarta dan juga Ketua TPQ Darul Fikr (Pamulang, Tangsel),” papar dia.

Selain itu, Aziz juga aktif di PCNU Tangsel dan menjadi Guru Tahfidz di SDIT Al-Hamidiyah Depok.
Di kampusnya, ia pernah menjadi Departemen Dalam Negri (BEM PTIQ 2013) dan aktif juga sebagai Pengisi Kajian di Masjid Inti Iman Pamulang Timur. (Red-HJ12/Foto: Aziz/Harian Jateng).