Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Wonosobo Hampar
Jumat, 13 November 2015, 07:04:00 WIB
![]() |
|
Empat paslon berfoto bersama setelah acara debat yang dihelat oleh KPUD Wonosobo di gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo.
|
Wonosobo, Harian Jateng – Debat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo dinilai hampar dan garing serta tidak visioner. Seperti diketahui, debat kandidat Pilkada Wonosobo 2015 tersebut dilaksanakan kemarin Selasa malam (10/11/2015) di gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo.
Selain tidak sesuai harapan masyarakat, proses debat terkesan garing dan tidak visioner. Apalagi, debat tersebut disakikan masyarakat Wonosobo.
Humam Khasani, anggota DPRD Wonosobo dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelaskan bahwa pihaknya menilai debat paslon yang dihelat oleh KPU bersamaan dengan hari pahlawan itu tidak visoner dan mengecewakan.
“Debat itu kalah dengan debat pilkades di desa saya, sama sekali tidak visioner,” ungkap dia.
Tak hanya itu, Humam juga mengaku mendapatkan banyak grundelan dari warga yang disampaikan via SMS, setelah mendengar debat tersebut, mereka mengaku kecewa lantaran tidak ada hal baru, tidak ada perdebatan sengit, tidak adu konsep, serta sangat formalsitik saja.
Suwondo Yudhsitiro Anggota DPRD Wonosobo fraksi PKB, juga menegaskan bahwa debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang dihelat oleh KPU Wonosobo tersebut hambar dan tidak memilki greget.
Dalam debat tersebut, empat pasangan calon yang diharapkan all out menyampaikan visi misi dan solusinya ternyata tidak terjadi dan jauh dari harapan.
“Hambar dan tidak ada greget, hanya mampu mengurai masalah tanpa mampu memberi solusi yang jelas,” kata Suwondo.
Dikatakannya, publik di Wonosobo berharap seluruh paslon mampu menyampaikan visi dan misi serta program 5 tahun kedepan, namun rupanya dari tujuh sesi yang ditampilkan, tidak terlihat sesuatu yang baru yang diperlihatkan oleh semua paslon yang hadir dalam kesempatan tersebut.
Semua memang paham dan mampu mengurai persoalan, kata dia, baik itu masalah infrastruktur jalan, pariwsta, ekonomi dan juga masalah pelayanan publik.
“Tapi sekali lagi, tidak solutif, penonton yang melihat langsung serta mendengar melalui radio merasa kecewa,” jelas dia.
Untuk menjadi pemimpin daerah, kata Suwondo, seseorang mestinya sudah siap dengan berbagai gagasan, ide dan mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat. “Tapi yang terjadi dalam debat itu sebaliknya mereka terlihat tidak siap,” beber dia.
Mereka terlihat tidak, kata dia, siap, grogi dan tidak mampu menguasai keadaan.
Politisi asal Watumalang Wonosobo tersebut juga menilai visi mis calon pemimpin daerah belum disesuaikan dengan RPJMD, terlihat isu utama yang ada di RPJMD sama sekali tidak tersentuh oleh paslon.
”Calon bupati dan wakil bupati itu, secara hirarki manajemen berada di tengah, mereka tidak hanya paham soal macro saja, tapi juga soal-soal dilapangan, sehingga bisa mensinkronkan,” papar dia.
Kalau boleh saya memberi skor untuk debat itu, lanjut dia, semua paslon nilainya di bawah 5, kalau anak SD, tidak lulus dan mengecewakan. (Red-HJ12/Gus).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
