Sepi, Penjual Batu Akik Wonosobo Pindah ke Temanggung

Laporan Harian Semarang
Senin, 16 November 2015, 07:21:00 WIB



Kuswanto penjual akik di Alun-alun Wonosobo sedang menunggu pembeli, Jumat (13/11/2015). 

Wonosobo, Harian Jateng – Musim hujan yang datang, menyebabkan penjualan batu akik di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sepi, terutama di wilayah Alun-alun Wonosobo. Hal itu mengakibatkan sejumlah penjual batu akik hijrah ke Temanggung, Jawa Tengah, karena di sana dinilai lebih profit.

Pantauan di lapangan, Jumat (13/11/2015), saat hujan di Alun-alun Wonosobo, para penjual batu akik hanya membuka lapak beberapa jam saja. Pasalnya, menurut Kuswanto pedagang batu akik di Alun-alun Wonosobo, mereka tidak berani membuka lapak saat hujan turun.

“Musim hujan ini penjualannya memang turun, karena kami hanya bisa berjualan beberapa jam saja,” ujar dia kepada Harian Jateng, di sela-sela berjualan, Jumat (13/11/2015).

Padahal, lanjut dia, ketika musim kemarau kami bisa sampai malam berjualan batu akik di kompleks alun-alun.

Dikatakannya, sebelum musim hujan penjulan bisa mencapai Rp.1.000.000. Akan tetapi, penjualan ketika musim hujan hanya berhasil mendapatkan uang hingga Rp.300.000 saja.

Penjualannya sangat berkurang, kata Kuswanto, bahkan, kadang satu hari tidak laku satupun. Sebab, penjualan batu akik akan ramai ketika sore hari.

“Tetapi, karena musim hujan maka sorenya sudah tidak bisa berjualan,” ucap dia.

Menurut dia, hanya beberapa pedagang batu akik saja di kompleks Alun-alun Wonosobo. Sebab, sebagian pedagang batu akik pindah ke Temanggung.

Awalnya, lanjut dia, sebagian besar berdagang di depan BRI, karena  trotoarnya sedang diperbaiki.

“Sebagian besar pedagang berpindah ke Temanggung,” tukas dia.

Penjual batu akik yang berada di kompleks Alun-alun Wonosobo, dari pantauan Harian Jateng, tinggal tersisa beberapa pedagang saja.

Pedagang batu akaik yang membuka lapak dipinggir jalan kompleks Alun-alun Wonosobo terpaksa mengangkut semua dagangan akiknya. Pasalnya, baru dua jam berjualan sudah turun hujan.

Memang musim hujan dinanti sebagian orang, kata dia, tetapi, musim hujan memberikan dampak cukup besar kepada kami.

Sugeng pedagang batu akik yang lain, juga mengatakan hal sama. Pihaknya justru memilih untuk berpindah ke wilayah Temanggung. Pasalnya, penjualan batu akik di wilayah Wonosobo sudah mengalami penurunan.

“Saat ini geliat batu akik sudah mulai turun. Padahal, sebelumnya batu akik sangat digemari,” ujar dia.

Dikatakannya, turunnya penjualan batu akik lebih disebabkan karena booming batu akik sudah mulai redup. Sementara itu, cuaca juga sedang tidak mendukung yang mengakibatkan penjualan batu akik di Wonosobo sepi. (Red-HJ12/Foto: Jam/Harian Jateng).