Perempatan Kalibeber Wonosobo Banjir

Laporan Harian Semarang
Jumat, 20 November 2015, 12:11:00 WIB



BANJIR: Kondisi banjir di perempatan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Kamis (19/11/2015). 

Wonosobo, Harian Jateng – Musim hujan yang mulai datang, mengakibatkan perempatan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah banjir setengah meter. Dari pantauan di lapangan, Kamis (19/11/2015),  air saluran atau selokan perempatan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah tak mampu menampung volume air.

Akibatnya, air menggenang ditengah-tengah jalan. Bahkan, sebagian besar kerikil dan sampah tercecer ketengah-tengah jalan.  Air yang tak tertampung di saluran dalam jumlah cukup besar, membeludak lewat jalan permukiman penduduk.

Hal itu sama ketika terjadi hujan lebat, air selokan meluber ke jalan, sehingga jalan utama tersebut seakan berubah menjadi saluran irigasi yang deras.

Pantauan Harian Jateng di lapangan, kondisi yang acapkali berulang tersebut tak lepas dari kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran air.

Alhasil, drainase yang buruk itu menyebabkan saluran tersumbat dan tak mampu menampung volume air. Bahkan, terlihat ukuran saluran yang terlalu kecil, sehingga tak mampu menampung air terlalu banyak.

Eko, pengendara roda dua asal Wonobungkah menegaskan bahwa setiap hujan sudah dipastikan kondisi perempatan Kalibebeber salurannya meluap. Selain kondisi drainase yang sempit, debit air dari pemukiman warga sangat besar.

“Sudah dipastikan ketika hujan akan terjadi banjir. Paginya seringkali masih tersisa genangan, karena kondisi jalan yang cekung,” tuturnya kepada Harian Jateng, usai melewati jalan tersebut, Kamis (19/11/2015).

Senada dengan itu, pengendara roda dua asal Bogelan, Sugito mengungkapkan, banjir selokan di seberang jalan, berulangkali menggenangi jalan. Dia mengaku cukup kerepotan ketika melalui perempatan tersebut. Karena derasnya aliran air dari saluran bercampur  lumpur dan sampah yang relatif banyak.

“Setiap kali mengendarai kendaraan saya merasa ketakutan melewati jalan tersebut. Karena, setelah hujan pasti ada kerikilnya yang bikin kesulitan. Dan takutnya terjatuh karena terpelisit kerikil,” tukas dia.

Dirinya mengatakan, jika tak dilakukan pembenahan selokan di sepanjang Kalibeber sampai Kamplingan khususnya yang diperempatan Kalibeber yang  selalu terjadi banjir. Terlebih sekarang ini sudah mulai memasuki musim hujan.

Alangkah baiknya segera diperbaiki salurannya, harap dia, agar ketika hujan sampah tidak ketengah-tengah jalan. Sebab, yang paling berbahaya adalah kerikil-kerikil yang ada ditengah jalan. (Red-HJ19/Foto: Jam/Harian Jateng).


Berita terkait

Tak ada yang salah! memang Puan Maharani idola wanita Indonesia
Tak ada yang salah! memang Puan...
27 September 2022, 23:09:13
Tanda yang Merusak Niat Baik
Tanda yang Merusak Niat Baik
25 Juni 2022, 00:28:07
Mengenal Creative Piata
Mengenal Creative Piata
30 Mei 2022, 16:31:23