PGRI Netral dalam Pilkada Wonosobo 2015

Laporan Harian Semarang
Kamis, 26 November 2015, 17:28:00 WIB



Heru Sutomo Ketua PGRI Cabang Watumalang, Wonosobo.

Wonosobo, Harian Jateng – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menegaskan tetap netral dan tidak mengusung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo periode 2016-2021.

Baca juga: HUT PGRI 2015, Ratusan Guru Wonosobo Senam Dumang.

PGRI menegaskan akan netral dan tidak memihak kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobi yang akan maju dalam Pilkada Wonosobo 9 Desember 2015. Namun, PGRI berharap kepada siapa saja yang terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Wonosobo nanti peduli terhadap pendidikan di Wonosobo.

Utamanya, para Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang jadi nanti peduli dengan sekolah yang masih kekurangan guru dan meningkatkan kesejahteraan guru non PNS.

Heru Sutomo Ketua PGRI Cabang  Watumalang, Wonosobo, kepada Harian Jateng menjelaskan bahwa untuk pendidik dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam PGRI Cabang Watumalang mencapai 400.

Akan tetapi, menurut Heru Sutomo, semua anggota komitmen untuk tetap netral, karena mereka merupakan abdi negara.

“Kami ingin agar siapapun yang terpilih bisa mengurai masalah pendidikan. Utamanya, bagi sekolah yang masih kekurangan guru. Sebab, masih banyak khususnya diwilayah Watumalang dan umumnya di seluruh Kabupaten Wonosobo yang kekurangan guru agama dan guru kelas,” kata Heru Sutomo ketika ditanya Harian Jateng perihal sikap PGRI menghadapi Pilkada di sela-sela kegiatan di lapangan Welahan, Wonosobo pada Rabu (25/11/2015).

Masalah yang selama ini dirasakan, menurut Heru adalah masih banyak guru non PNS yang mengabdi di sekolah setempat. Namun, kesejahteraan mereka juga masih belum maksimal dan juga merata.

“Untuk itu kami juga menginginkan agar mereka diperhatikan. Karena, keberadaan guru non PNS juga sangat membantu untuk meningkatkan dunia pendidikan,” tukas dia.

Pihaknya sebagai Ketua PGRI juga meyakinkan tak ada upaya mengajak kepada ratusan guru yang tergabung dalam PGRI untuk mendukung salah satu pasangan calon.

Pasalnya, menuru Heru, mereka memiliki hak untuk menentukan pilihannya masing-masing.

“Mereka adalah abdi pemerintah, tugas mereka adalah mengajarkan ilmu kepada peserta didik. Sehingga mereka akan tetap netral dan tidak memihak salah satu pasangan calon,” jelas dia.

Dikatakannya, pendidikan sangatlah penting untuk mensejahterakan masyarakat. Karena, semakin tinggi tingkat pendidikannya maka akan semakin tinggi pula SDM yang dimilikinya.

“Masih banyak di wilayah Watumalang yang setelah lulus SMP dan SMA tidak melanjutkan. Kami sudah berupaya dengan berbagai cara, tetapi masih juga kurang maksimal,” ungkap Heru.

Untuk itu, lanjut Heru, ke depan perlu adanya dorongan yang lebih maksimal, bahkan kalau perlu bupati yang terpilih sesekali berkunjung ke sekolah untuk memotivasi anak-anak. Supaya mereka termotivasi untuk menirunya,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: Jam/Harian Jateng).