Ririsma, Ingin Jadi Foto Model Kondang di Pati

Laporan Harian Semarang
Senin, 14 Desember 2015, 12:35:00 WIB



Ririsma

Bagi Ririsma, menjadi model sudah menjadi impian sejak dulu. Perempuan kelahiran Pati,16 Agustus 1993 ini mengakui, butuh pembelajaran yang lama dan harus belajar dari para senior untuk menjadi model profesional.

“Saya inginnya ya jadi model terkenal yang punya attitude,” ujar dara asal Desa Jambean Kidul RT 1 RW  04 Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati tersebut kepada Harian Jateng, Senin (14/12/2015).

Perempuan yang pernah belajar di SD 03 Jambean Kidul Pati ini mengakui, menjadi model tersohor memang butuh perjuangan berat.

Awalnya, ia tergoda dunia modelling sejak duduk di bangka SMA. “Waktu kelas 2 MAN dulu  ada pentas seni modeling untuk perpisahan kakak kelas. Kemudian saya dipilih menjadi perwakilan lomba modeling. Walau pun saya belum menang, tapi aku dapat semangat kalau aku punya kemampuan di bidang modeling kata ibu guruku namanya Bu Murni, jelas Risma kepada Harian Jateng.

Dari situlah, lanjut dia, aku tertarik dengan kontes foto. “Tahun 2013 aku ikut lomba di acara Citra Kartini Indonesia & Pesona Batik Indonesia, kontes pada 28 April 2013 di Matahari Kudus. Dari studio 5 modelling Kudus aku dapat Juara 1 foto genic,” papar perempuan berparas cantik tersebut.

Dari lomba itu, kata dia, aku dapat piagam dan piala. “Tidak sia-sia lah pengorbanan ku berangkat dari salon yang dkudus naik sepada motor dengan make up dan pakaean yang aneh dilihat orang yang melihatnya,” ungkap alumnus SMP Negeri 2 Margorejo Pati yang lulus taun 2009 tersebut.

Tapi di situlah pengerbonan yang harus aku alami, lanjut dia, walaupun aku tidak dapat juaranya, tapi semangat selalu ada untuk terus mencoba setiap ada kontes,” imbuh perempuan lulusan MAN 1 Pati tahun 2012.

Kemudian, ia juga mengaku ikut lomba karena info dari kakaknya. “Aku dikasih tahu kakakku yang di Kudus, katanya bulan April 2013 ada lomba lagi di Kudus. Terus aku ikut lagi Lomba Jeans Contest & Model Indonesia tahun 2013 di Kudus, 12 Mei 2013 dari esant model aku dapat Juara 2 foto model catwalk,” beber dia.

Dari lomba-lomba itu, kata dia, akuu dapat piagam dan piala. “Semangatku tak pernah pudar. Di situlah aku tertarik di dunia modeling. Karena faktor dana, aku putuskan untuk berkerja dan di tahun 2014 aku diajak temanku foto, di situ aku bangkit lagi masuk dunia modeling sampai sekarang,” beber dia.

Sampai saat ini, ia mengaku sering mendapat tawaran di berbagai even, baik di Pati maupun di Semarang dan sekitarnya.

“Mulanya aku hanya seorang gadis yang menonton pemotretan. Tapi aku kemudian dipanggil temanku untuk ikut difoto. Terus aku tertantang untuk ikut foto-foto dan di tahun 2015 lah, banyak yang ingin foto aku walaupun aku tak bisa make up bagus dan busana yang apa adanya,” jelas dia.

Ia mengaku di depan kamera tidak terlalu glamour. “Mulanya memang aku tertarik di dunia model catwalk. Tapi sekarang aku pilih foto model,” tandas dia.

Kalau pengalamanku saat diajak dalam pemotretan even, kata dia, salah satunya pada 22 Februari 2015 “Itu dikonsep gadis desa dengan pakaian kain jarik di tempat kali yang jernih. Terus diaajak lagi temenku foto dengan konsep-konsep yang menantang dan lainnya,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: Ris/Harian Jateng).