Batu Akik Semarang Masih Laku, Ini Buktinya!
Kamis, 31 Desember 2015, 09:02:00 WIB
![]() |
| Sekretaris Jendral Indonesia Gems Lover, Anang Badrudin saat pameran batu akik di DP Mall, Jumat, (25/12/2015). |
Semarang, Harian Jateng – Ternyata, batu akik Semarang, Jawa Tengah masih laku. Booming batu akik yang semakin berkurang tak membuat para penggemar maupun kolektor pecinta batu ikut menurun. Bahkan demam batu akik didunia internasional tidak ada matinya dan sekarang ini malah menjadi trend investasi.
“Memang kemarin sempat mengalami tidak kenormalam. Tapi sekarang batu akik telah kembali normal dan nantinya pasti akan kembali ke batu permata. Sedangkan batu akik juga akan kembali, tapi yang berkualitas,” ungkap Sekretaris Jendral Indonesia Gems Lover, Anang Badrudin saat pameran batu akik di DP Mall, Jumat, (25/12/2015).
Diakuinya, booming batu kemarin mengalami tidak kenormalan akibat adanya campur tangan para penggemar batu yang memanfaatkan pangsa pasar. Akibatnya banyak para penjual batu yang gulung tikar dampak ulah permainan harga.
“Mereka tidak tahu kualitas batu yang sebenarnya. Mereka hanya mendengar cerita batu lebih cenderung kemitos, namun tidak terbukti dan tidak bermanfaat. Maka nantinya, persaingan batu lebih ketat, lebih terudakasi dan kembali pada kualitas,” katanya.
Pihaknya menambahkan, sementara ini peminat batu masih stabil dan para penggemar batu atau kolektor masih tetep melirik batu permata untuk menjadi bisnis dan hobi dunia batu. Sedangkan sekarang ini, jenis batu yang lagi trend untuk arah investasi yakni jenis batu permata.
“Batu blue safire, yellow safire kualitas bagus non tritmen bisa sampai harganya Rp 1 juta lebih. Batu jenis Rubby kisaran 5 karat bisa sampai 400 juta, Rubby star kisaran masih harga Rp 700 ribu. Memang semua tergantung kualitas. Selain itu, nantinya yang masih booming juga batu gambar dan pancawarna,” ujarnya.
Sementara, penyelenggara lomba batu, Yudianto mengakui akan terus mengedukasi kepada para penggemar batu dengan tujuan booming batu akik tidak tenggelam. Salah satu edukasi yang dilakukan yakni menyelenggarakan pameran, perlombaan hingga seminar.
“Kalau sekarang ini, kita adakan perlombaan secara diadu, dari segi kualitas hingga pendekatan gambar. Misal batu bergambar ayam, ya gambarnya mirip ayam. Kelas batu oval kuning, ya harus berkualitas bersih dan kuning dan bermotif yang bagus. Kelas batu bacan, warnanya yang intens hijau dan minim serat,” pungkasnya. (Red-HJ99/Ari/Harian Jateng).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
