Puluhan Desa di Wonosobo Akan Jadi Gudang Kambing
Sabtu, 30 Januari 2016, 04:25:00 WIB
![]() |
|
Kepala Desa Manggis, Kecamatan Leksono sedang memberikan pemaparan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Senin (25/1/2016).
|
Wonosobo, Harian Wonosobo – Tiap RT di beberapa desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, akan menjadi gudang kambing. Sebab, hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Manggis, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo mendapatkan hasil demikian.
Musrenbangdes Desa Manggis, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo tersebut berjalan lancar dan dipenuhi dengan masukan-masukan yang memberikan kontirbusi untuk kemajuan desa.
Ditambah lagi, ada rencana setiap RT akan diberi kambing untuk dikembangkan sebagai upaya penguatan lembaga pemerintahan desa.
Kasie Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Leksono, Edi Santoso mengapresiasi dengana adanya rencana yang dilontarkan Kepala Desa Manggis, Leksono, Wonosobo.
Pasalnya, memiliki keinginan untuk menguatkan kelembagaan pemerintahan desa.
“Program tersebut sangat bagus, karena RT akan lebih berdaya dengan modal pengembangan kambing,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Manggis, Kecamatan Leksono, Suyanto berharap agar lembaga pemerintahan desa berupa RT mulai diperhatikan.
Pasalnya, mereka merupakan komponen dalam pemerintahan yang memiliki tugas besar.
“Karena fungsinya RT itu sangat besar, untuk memberikan pelayanan di rukun warganya. Oleh karena itu, tahun ini kita rencanakan agar setiap RT bisa mengembangkan kambing,” ujar dia kepada puluhan peserta Musrenbangdes di balai Desa Manggis, Leksono, Wonosobo pada Senin (25/1/2016).
Suyanto juga meminta, apabila program pemberdayaan tersbut bisa direalisasikan. Maka RT harus bisa mengembangkannya, agar menjadi modal untuk pengembangan di RT.
“Setidaknya bisa dijadikan sebagai bekal untuk pengembanga RT. Karena, dengan adanya stimulan kambing, maka memiliki kegiatan yang bisa dikembangkan,” jelas Kades tersebut.
Pihaknya juga menyampaikan, penyaluran dana desa juga mulai melirik sektor pemberdayaan. Meskipun, sektor pembangunan tidak di kesampingkan.
“Beberapa sektor sangat penting, seperti halnya pemberdayaan juga menjadi tugas penting,” beber orang nomor satu se Desa Manggis tersebut.
Pelaksanaan Musrenbangdes Manggis terbilang aktif, karena cukup banyak masukan-masukan yang disampaikan oleh perwakilan dari dusun. Mereka memberikan masukan terkait agenda yang perlu dilakukan atau yang perlu ditunda.
Dari catatan yang ada, peserta yang hadir dalam Musrenbangdes Manggis, meliputi kelompok pemuda, kelompok tani, BPD, LKMD, perwakilan RT, kemudian juga kelompok perempuan, PKK, bidan desa, tokoh agama, serta berbagai komponen lainnya.
Musrenbangdes yang dipandu oleh Sekretaris Desa Manggis itu menghasilkan beberapa keputusan yang sesuai dengan prioritas kebutuhan desa. Semua program yang diusulkan disesuaikan sumber dananya.
“Ada sebagian yang bersumber dari Dana Desa, APBD I, APBD II serta APBN. Tergantung dengan besar kecilnya, atau yang menjadi wewenangnya,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: Mi-Harian Jateng).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
