Pembukaan TMMD Demak Akan Dikepung Seni Lokal
Laporan Harian Semarang
Sabtu, 23 April 2016, 11:08:00 WIB
Sabtu, 23 April 2016, 11:08:00 WIB
![]() |
| Ilustrasi: Salah satu kegiatan TMMD |
Demak, Harian Jateng – Dalam upacara pembukaan TMD Reguler ke-96 Kodim 0716/Demak yang rencananya akan dihelat 3 Mei 2016, bakal ada tampilan sejumlah kesenian daerah khas Demak. Diantaranya, musik rebana dan tari pesisiran Zapin
Saat ini, latihan musik rebana dan tari pesisiran zapin terus dilakukan di lapangan Desa Trengguli, di bawah pengawasan langsung Danramil 03/Wonosalam, Kapten Inf Rustiyanto yang di dampingi kepala Desa Trengguli M.Subki.
Menurut Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P melalui Danramil Wonosalam, latihan tari musik rebana dan tari pesisiran zapinsudah dilaksanakan kurang lebih satu bulan ini.
‘’Kami benar-benar mempersiapan sematang mungkin. Harapannya, saat hari H pementasan nanti para peserta tari musik rebana dan tari pesisiran zapin bisa lebih maksimal dan tidak ada lagi kesalahan,’’ ungkap Danramil.
Dijelaskan, kenapa pentas musik rebana dan tari pesisiran zapin akan ditampilkan saat pembukaan TMMD ? Menurut Danramil Rustiyanto, diharapkan penas seni tradsional khas Demak tersebut, kedepan bisa di agendakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Demak, dalam rangka memotivasi generasi muda agar selalu ingat tradisi dan kebudayaan kota Demak.
Ada pendapat, bahwa saat ini generasi Demak mengalami keresahan dan kegamangan. Dulu, di Demak, menjadi salah satu pusat intelektualitas pesantren yang mengancam intelektualitas kejawen dan priyayi Majapahit. Hanya saja, saat ini Intelektualitas pesantren mendapat ancaman. Sehingga banyak pihak yang mempertanyakan, mengapa kesenian Demak asli, seperti kentrung, rebana, zapin, juga seni baca Al Qur’an, dan lomba kaligrafi tidak di munculkan?
Masalah kebudayaan adalah masalah pandangan inferior dan pandangan superior terhadap jenis kebudayaan oleh masyarakatnya. Jika masyarakat Demak sudah menganggap kebudayaan asli lebih rendah nilainya di banding budaya baru maka ini adalah awal hancurnya kebudayaan lama.
Kalau masyarakat Demak menganggap rebana lebih rendah mutunya dibanding group band, maka tidak lama lagi rebana akan hilang. Jika orang Demak menganggap tari zapin lebih rendah dari tari-tari modern, maka tidak lama lagi zapin juga akan punah. Jadi solusi yang harus ditempuh untuk menaggulangi kepunahan zapin, rebana, koko, peci dan yang lainnya adalah memperbaiki anggapan masyarakatnya. (Red-HJ99/Pendim 0716/Demak).
Simak Berita Terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Beritasenayan.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6YBle1iUxbP8FEoT3I. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
1 Juni 2026, 19:21:53
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
31 Mei 2026, 16:47:12
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
30 Mei 2026, 22:54:50
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
30 Mei 2026, 15:53:04
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
26 Mei 2026, 20:21:33
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
26 Mei 2026, 01:44:09
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
12 jam yang lalu
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
15 jam yang lalu
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
4 hari yang lalu
