Dosen Psikologi UMK Kudus Dampingi Warga Kota Wali
Kamis, 19 Mei 2016, 10:05:00 WIB
![]() |
| Para warga Trengguli, Demak |
Demak, Harianjateng.com — Kegiatan non fisik di TMMD Reg. Ke- 96 Kodim 0716/Demak, digunakan untuk ajang konsultasi psikologi anak. Seperti saat ada penyuluhan dari Dosen Universitas Muria Kudus, seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak usia 4 dan 6 tahun, Ny Diah Warga Temu Ireng, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengajukan pertanyaan.
Dosen Universitas Muria Kudus, RidwanBudi Pramono, S.Psi, M.A saat memberi penyuluhan tentang konsultasi Psikologi di balai Desa Trengguli Rabu malam (18/5/2016), ditanya Ny. Diah, bahwa akhir-akhir ini dia sering merasa cemas dengan kondisi fisiknya. Yakni dia yang mempunyai penyakit lambung, hanya sja akhir-akhir ini parah, yakni merasakan perih yang amat sangat sampai-sampai tidak sanggup untuk bangun dari tempat tidur.
Kakinya pernak terasa tidak bisa digerakkan ketika harus berangkat kerja. Dia menceritakan sudh sudah melakukan upaya medis, tetapi gangguan lambung saya semakin mudah kambuh dibanding beberapa saat dulu. Setiap kali anak saya tidak bisa diatur dan membantah, saya merasa sesak nafas dan tidak dapat mengendalikan irama tubuh saya.
‘’Apa yang saya alami dan apa yang harus saya lakukan ?’’ tanya Ny Diah.
Oleh Ridwan Budi Pramono, dijelaskan, manusia memiliki empat dimensi, yaitu biologis, psikologis, sosial dan religius. Keempat dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan: saling mempengaruhi satu sama lain,”jawab Dosen Fakultas Psikolodi UMK itu.
“Setelah kita mengenal keempat dimensi itu, mari kita coba menelaah permasalahan ibu. Walaupun masih sulit untuk mengidentifikasi karena ibu tidak mengatakan sudah berapa lama ibu mengalami hal ini, sesering apa kambuhnya, dan adakah permasalahan yang ibu rasakan di tempat kerja, maka saya hanya dapat berasumsi mungkin ibu mengalami apa yang disebut gangguan kecemasan,” ungkap dia.
“Gangguan kecemasan adalah gangguan ketakutan dan kecemasan kronis, di mana individu mengalami kesulitan untuk mengontrol kecemasannya sungguh pun tidak ada rangsangan spesifik, sehingga berbagai hal yang dialami dapat saja memicu timbulnya kecemasan, tidak harus hal tertentu,’ungkapnya.(Red-HJ99).
Berita terkait
Intip Rahasia di Balik Durabilitas Galaxy...
Hasil Monitoring BNPT, Berikut Capaian Kinerja...
Khofifah Menghilang, Kiai Said Datang
Tak ada yang salah! memang Puan...
Tanda yang Merusak Niat Baik
Mengenal Creative Piata
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
