Ini Cara Pencegahan Eksploitasi Seksual Online dan Eksploitasi Seksual Periwisata Pada Anak
Kamis, 26 Mei 2016, 16:33:00 WIB
Semarang, Harianjateng.com – Indonesia merupakan Negara berkembang dengan penggunaan media sosial tertinggi keenam setelah Brazil dan Jepang. Kehadiran berbagai media social dan situs yang dimanfaatkan sebagai media untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak, para korbannya tidak hanya dari kalangan kaum miskin, namun menjadi ancaman bagi semua anak. Gaya hidup menjadi factor dominan yang menyebabkan anak rentan menjadi korban.
Menurut data yang dipublikasikan KPAI sejak tahun 2011-2014 jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online di Indonesia telah mencapai jumlah 1022 anak. Secara rinci dipaparkan, anak-anak yang menjadi korban pornografi online sebesar 28%, pornografi anak online 21%, prostitusi anak online 20%, obyek CD porno 15%, dan anak korban kekerasan seksual online 11%.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dengan menyusun rencana aksi nasional, meratifikasi berbagai instrument internasional yang terkait dengan perlindungan anak, mengesahkan berbagai undang-undang yang secara khusus atau menja disalah satu bagian atau kandungan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak dari ESA. Kendati demikian pada tingkat implementasi dari kebijakan dan program masih dinilai kurang memadai, terlebih dalam menjerat dan menuntut para pelaku ESA agar mendapat hukuman setimpal.
Berdasarkan audiensi yang dilakukan dengan ketua Penggerak PKK Kota Semarang, Ibu Krisseptiana, SH., MM , pada tanggal 17 Mei 2016, Yayasan Setara bersama Tim penggerak PKK se-Kota Semarang merespon situasi di atas dengan melakukan sosialisi program Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual secara Online dan Eksploitasi Seksual di Perjalanan dan Periwisata Pada anak.
Kegiatan sosialisi tersebut akan dilakukan secara bertahap dari tanggal 27 Mei 2016 dan dilanjutkan tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2016 yang akan diikuti oleh PKK dari 16 Kecamatan se-Kota Semarang dan dilakukan di Gedung PKK Kota Semarang. Kegiatan sosialisasi ini akan diteruskan oleh Tim penggerak PKK Kota Semarang keseluruh SMA dan SMP Kota Semarang saat kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menekan angka kejahatan eksploitasi seksual secara online dan pariwisata terhadap anak yang sedang marak terjadi di Indonesia khusunya Kota Semarang. (Red-HJ99).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
