Sekda Jateng Bocorkan Rahasia Pembebasan Lahan Tol Semarang-Demak
Kamis, 18 Agustus 2016, 16:55:00 WIB
![]() |
| Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono |
Semarang, Harianjateng.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak terkait menggiatkan sosialisasi pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan tol ruas Semarang-Demak.
“Tim persiapan pengadaan lahan bagi pembangunan untuk kepentingan umum di Jateng sudah dibentuk dan mulai bekerja sesuai dengan Keputusan Gubernur Jateng Nomor 590/26 Tahun 2014,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Kamis (18/8/2016).
Ia menjelaskan bahwa tujuan pembangunan jalan tol ruas Semarang-Demak adalah meningkatkan aksesbilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi serta menyediakan akses ke pasar tradisional maupun internasional.
Luas tanah yang dibutuhkan pada proyek jalan tol Semarang-Demak sekitar 1.897.000 meter persegi dan melintas sejumlah wilayah.
“Seksi I Kota Semarang meliputi Kecamatan Genuk, Kelurahan Terboyo Wetan dan Kulon, Kelurahan Trimulyo, sedangkan Kabupaten Demak meliputi daerah di Kecamatan Sayung, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Wonosalam, serta Kecamatan Demak,” ujarnya.
Menurut dia, tahapan pengadaan lahan proyek jalan tol Semarang-Demak terdiri atas tahapan persiapan, pelaksanaan hingga tahapan penyerahan hasil.
Perkiraan jangka waktu pelaksanaan pengadaan lahan hingga 2017, dan diperkirakan pembangunan jalan tol Semarang-Demak akan selesai pada 2018.
Pemprov Jateng juga mendorong segera dimulainya pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan jalan tol ruas Semarang-Demak.
Menurut Ganjar, sosialisasi tersebut diperlukan guna menghindari terjadinya permasalahan saat dilakukannya pembebasan lahan.
“Sosialisasi itu bukan karena lambat, tapu itulah percepatannya agar kemudian tidak terjadi konflik-konflik yang tidak disepakati dengan masyarakat,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Sosialisasi itu, kata dia, bukan karena lambat, tapi itulah percepatannya agar kemudian tidak terjadi konflik-konflik yang tidak disepakati dengan masyarakat. (Red-HJ99/ant).
Berita terkait
Prabowo Bilang KDMP Ada, Fix Tak...
Gus Rozin Siap Maju Jadi Calon...
Dari Pemikiran Sumitro Djojohadikusumo ke Prabowonomic
Tim Pengabdian UNNES Gelar Edukasi Parenting...
Awasi Pleno PDPB TW II, Masukan...
Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan...
Berita Terbaru
Prabowo Bilang KDMP Ada, Fix Tak...
Saat Kedaulatan Ekopol Kita Rentan
