Dewi Lestari Jalin Sinergi Kemitraan dengan Orang Tua Melalui Aplikasi “Si Tujuh”

Laporan Redaksi
Minggu, 12 Oktober 2025, 09:08:31 WIB
Dewi Lestari Jalin Sinergi Kemitraan dengan Orang Tua Melalui Aplikasi “Si Tujuh”
Dewi Lestari Jalin Sinergi Kemitraan dengan Orang Tua Melalui Aplikasi “Si Tujuh”



Semarang, Hariansemarang.id — Upaya pelibatan orang tua dalam program pendidikan anak di TK Negeri Purwantoro kini semakin diperkuat dengan inovasi digital. Kepala sekolah Dewi Lestari berhasil mengembangkan aplikasi “Si Tujuh” (Aplikasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) sebagai sarana sinergi antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak melalui pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

Sebelumnya, pelibatan orang tua telah dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pertemuan wali murid, parenting, laporan perkembangan anak, hingga pengisian jurnal 7 KAIH secara manual. Namun, komunikasi dan kolaborasi antara guru dan orang tua masih bersifat satu arah dan belum berkelanjutan. Banyak orang tua yang hanya terlibat saat kegiatan sekolah, sementara tindak lanjut pembiasaan di rumah belum berjalan konsisten. Akibatnya, nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan anak di rumah.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dewi Lestari menghadirkan solusi dengan meluncurkan aplikasi digital “Si Tujuh” yang memiliki tujuh fitur utama, yaitu Aktivitasku, Lagu Sahabat, Dongeng Seru, Permainan Tradisional, Makanan Tradisional, dan Lapor Bu Dewi. Aplikasi ini dirancang sebagai media interaktif yang memungkinkan orang tua berpartisipasi aktif dalam penguatan karakter anak di rumah.

Proses implementasi dilakukan secara bertahap melalui pendampingan intensif oleh guru. Para guru membantu orang tua menginstal dan memahami penggunaan aplikasi, baik secara individu maupun kelompok. Pendekatan ini memastikan setiap orang tua dapat menggunakan fitur-fitur di dalam aplikasi secara mandiri untuk mendukung pembiasaan positif anak.

Hasilnya, penggunaan “Si Tujuh” terbukti meningkatkan keterlibatan orang tua. Partisipasi yang awalnya rendah mulai meningkat setelah adanya sosialisasi, contoh praktik, serta umpan balik dari guru. Kolaborasi yang terbangun pun menjadi lebih komunikatif dan berkelanjutan.

Menurut Dewi Lestari, penerapan inovasi ini membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga. “Dengan Si Tujuh, kami ingin memastikan bahwa pembentukan karakter anak tidak berhenti di sekolah, tetapi berlanjut di rumah dengan pendampingan orang tua,” ujarnya.

Inovasi “Si Tujuh” dinilai mampu menjembatani komunikasi antara guru dan orang tua melalui pendekatan yang menarik dan interaktif. Lebih dari sekadar aplikasi, “Si Tujuh” menjadi simbol sinergi digital dalam pendidikan karakter — menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kolaboratif, dan berkelanjutan bagi anak-anak Indonesia hebat.