Kunjungi Ponpes Futuhiyyah Demak, Menteri Agama Soroti Penguatan Pesantren dan Nasib Guru Madrasah
Sabtu, 07 Februari 2026, 07:28:00 WIB
Hariansemarang.id – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran pondok pesantren sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru madrasah saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Futuhiyyah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (6/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menag berdialog bersama pengasuh dan santri serta memaparkan sejumlah kebijakan strategis Kementerian Agama yang menyasar penguatan kelembagaan pesantren dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Ia menyebut, perhatian pemerintah terhadap pesantren terus meningkat pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Dalam periode beliau (Prabowo), pondok pesantren itu semakin membaik,” kata Nasaruddin dikutip dari keterangan tertulisnya.
Menurutnya, penguatan itu dibuktikan dengan naiknya status kelembagaan pesantren yang kini berada di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Ponpes. Sebelumnya, urusan pesantren hanya berada di bawah satu direktur pada Ditjen Pendidikan Islam.
“Tadinya pondok pesantren hanya di bawah satu direktur, sekarang diangkat menjadi satu direktorat jenderal,” ujarnya.
Selain penguatan institusi, Kementerian Agama juga memberi perhatian besar pada nasib guru madrasah. Nasaruddin mengungkapkan adanya peningkatan signifikan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai upaya peningkatan kompetensi guru.
“PPG, training guru-guru itu hanya dikasih kuota sedikit. Sekarang peningkatan kuota itu 700 persen,” bebernya.
Tak hanya itu, pengangkatan guru madrasah dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) juga terus bertambah meski dilakukan secara bertahap.
“Pengangkatan guru-guru madrasah atau P3K itu juga tahun-tahun sebelumnya sangat sedikit. Sekarang ada peningkatan tapi memang tidak bisa sekaligus karena begitu banyaknya dan kuotanya kita itu juga memang banyak keterbatasan,” sambungnya.
Program makan bergizi gratis (MBG) pun, lanjutnya, turut menyasar lingkungan pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan santri.
“Makanan bergizi gratis itu juga ada di pondok, ada di sekolah, dan insyaallah pada saatnya nanti semua pondok pesantren akan memanfaatkan MBG ini. Saya kira ini satu tanda-tanda yang baik cuma kita perlu waktu untuk melakukan maksimalisasi programnya,” tuturnya.
Dalam sambutannya di hadapan keluarga besar Ponpes Futuhiyyah, Menag juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah panjang pesantren tersebut.
“Sudah lama saya ingin ke Pondok Futuhiyyah yang banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengembangan metode pendidikan pesantren yang mampu melahirkan umat Islam yang produktif dan berkontribusi bagi peradaban. Menurutnya, keunggulan pesantren terletak pada perpaduan kecerdasan intelektual dan spiritual.
“Pesantren mengombinasikan metode pikir dan rasa. Siang hari berpikir dengan akal, malam hari menggunakan tasawuf dan mengambil hikmah,” jelasnya.
“Para santri di manapun berada harus tetap dekat dengan ulama dan bersungguh-sungguh menerapkan hikmah ilmunya Allah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Taufiqurrahman, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Menteri Agama menjadi suntikan semangat bagi jajaran Kemenag Demak untuk terus meningkatkan pelayanan keagamaan.
“Saya beserta jajaran bersyukur dan bahagia atas kerawuhan Bapak Menteri Agama ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Kehadiran beliau memberikan motivasi kepada kami jajaran Kementerian Agama Kabupaten Demak untuk terus memberikan pelayanan keagamaan berdampak pada masyarakat Kabupaten Demak,” ujarnya.
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
LP Ma’arif NU PWNU Jateng Siap...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Go Internasional, Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...