5 Hal Penting Kenapa Rismon Minta Maaf dan Ampun ke Jokowi, Ada Kesalahan Fatal dan Geometri
Jumat, 13 Maret 2026, 15:02:13 WIB
Hariansemarang.id – Lagi heboh peneliti Rismon Sianipar ujug-ujug minta maaf ke Jokowi dan Gibran telah menuduh ijazah bapak anak itu palsu. Ada banyak tudingan dan cercaan terhadap sikap Rismon sing mbalik 180 derajat.
Selain menyampaikan klarifikasi dan minta maaf soal ijazah Jokowi dan Gibran, peneliti yang tenar bersama dengan Dokter Tifa dan Roy Suryo itu mendatangi Jokowi di kediaman di Solo, Jawa Tengah untuk minta maaf.
Nah ada beberapa hal penting dari pernyataan Rismon Sianipar setelah menyampaikan maaf langsung kepada Jokowi. Berikut ini hal-hal pentingnya sobat Harian Semarang, yuk simak yuk jangan ketinggalan.
Dua bulan sendirian meneliti ulang ijazah Jokowi
Rismon menegaskan selama dua bulan terakhir, ia melakukan penelitian lanjutan secara independen untuk mengkaji ulang metodologi yang ia tulis dalam buku Jokowi’s White Paper. Ia menekankan penelitiannya dilakukan secara terpisah dan tidak berkaitan dengan analisa pihak lain seperti Roy Suryo atau Dokter Tifa.
Temuan soal fitur keamanan ijazah, ubah sikap Rismon
Dikutip dari Youtube Berita Surakarta, Rismon mengkaji ijazah analog milik Jokowi dan menemukan adanya fitur emboss dan watermark. Ia mengklarifikasi tidak ditemukan hologram pada ijazah tersebut karena setelah membandingkan dengan ijazah UGM lain dari tahun yang sama, hologram memang belum digunakan sebagai pengaman ijazah pada masa itu. Temuan ini konsisten dengan bukti yang ditunjukkan pada sidang CLS dan gelar perkara khusus
Rismon akui metodologi salah fatal
Rismon mengakui telah melakukan kesalahan fatal dalam penelitian sebelumnya karena tidak melibatkan variabel geometri seperti rotasi, pergeseran (translasi), dan posisi pencahayaan saat menganalisis dokumen digital. Hal inilah yang menyebabkan beberapa fitur, seperti lintasan stempel, seolah-olah hilang dalam versi digital, padahal ia melihat langsung fitur tersebut ada pada ijazah fisik saat gelar perkara.
Ijazah Jokowi tak ada kejanggalan
Berdasarkan temuan barunya yang menggunakan puluhan metode, Rismon menyimpulkan tidak ada kejanggalan terhadap keaslian ijazah Presiden Jokowi. Ia menegaskan tidak ada manipulasi digital seperti yang ia simpulkan sebelumnya dan keaslian dokumen tersebut terjaga.
Minta restorative justice
Rismon mengatakan, kedatangannya ke Solo bertujuan untuk meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan publik sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang peneliti yang independen. Pertemuan tersebut dilakukan dalam suasana bersahabat sebagai bagian dari mekanisme restorative justice untuk menyelesaikan laporan hukum yang ada sejak April tahun lalu. Pertemuan diakhiri dengan pemberian kain ulos sebagai simbol penghormatan dan perdamaian.
Nah itu sobat Harian Semarang, beberapa hal penting seputar sikap Rismon Sianipar yang minta maaf ke Jokowi. Bagaimana menurutmu sikap Risman ini yang berdalih berdasarkan penelitian terbaru. (*)
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
LP Ma’arif NU PWNU Jateng Siap...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Go Internasional, Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...