Wali Kota Agustina Sulap Sampah Jadi Berkah di Lumpiavaganza, Ribuan Warga Serbu Simpang Lima

Laporan Harian Semarang
Senin, 04 Mei 2026, 00:34:55 WIB
Wali Kota Agustina Sulap Sampah Jadi Berkah di Lumpiavaganza, Ribuan Warga Serbu Simpang Lima


Hariansemarang.id – Kawasan Simpang Lima berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (3/5), saat ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti gelaran Lumpiavaganza. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Semarang ke-479 yang menghadirkan konsep unik dan inovatif.

Lumpiavaganza sukses memadukan gerakan peduli lingkungan dengan pelestarian kuliner khas daerah. Melalui pendekatan kreatif, acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Dalam skema yang sederhana namun berdampak, warga cukup menukarkan lima botol plastik bekas untuk mendapatkan satu voucher lumpia. Setiap orang dibatasi maksimal dua voucher, sehingga pemerataan manfaat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Program ini bukan sekadar gimmick perayaan, melainkan strategi konkret dari Pemerintah Kota Semarang untuk membangun kesadaran baru. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.

Penukaran botol plastik telah dilakukan sejak 26 hingga 30 April 2026 melalui jaringan bank sampah di tingkat kelurahan. Puncaknya berlangsung di kawasan Simpang Lima, yang dipenuhi warga sejak pagi hari.

Hasilnya, ribuan botol plastik berhasil dikumpulkan dari partisipasi masyarakat. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung yang efektif bagi warga dari berbagai kalangan.

Agustina Wilujeng menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari diri sendiri. Buang sampah pada tempatnya, dan botol plastik bisa kita tukar jadi lumpia,” tegasnya di hadapan warga.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, Lumpiavaganza juga menjadi momentum pemberdayaan ekonomi lokal. Sebanyak 33 pelaku UMKM klaster lumpia dilibatkan dalam kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan penukaran voucher.

Keterlibatan UMKM tersebut memastikan perputaran ekonomi tetap berjalan selama perayaan berlangsung. Di sisi lain, hal ini juga memperkuat posisi lumpia sebagai salah satu ikon kuliner khas Semarang.

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang di berbagai titik penukaran. Banyak warga bahkan telah mengumpulkan botol plastik sejak beberapa hari sebelumnya sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Melalui Lumpiavaganza, Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina menghadirkan konsep perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna. Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana sebuah perayaan dapat menggerakkan kesadaran kolektif, memberdayakan ekonomi lokal, serta menanamkan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.