Aplikasi SINKRONE Buatan Maarif Jadi Keajaiban di Wonosobo
Sabtu, 21 November 2015, 14:54:00 WIB
![]() |
|
Maarif, S.Kom warga Jojogan RT.10 RW.03 Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro Wonosobo sedang menunjukkan aplikasi Sistem Informasi Kependudukan Republik Indonesia (SINKRONE), Jumat (20/11/2015).
|
Wonosobo, Harian Jateng – Dunia digital, menuntut segala admistrasi harus berbagai digital pula. Apalagi, di dunia administras kependudukan selama ini selalu “njelimet” dan sudah publik ketahui bahwap elayanan kependudukan yang terlalu lama.
Di sisi lain, data kependudukan antar sektor yang tidak konsisten. Selain itu juga pengurusan administrasi kependudukan terlalu rumit, tidak valid serta tidak updetnya mutasi kependudukan seperti kelahiran, kematian, kedatangan, dan pindahan.
Maarif, S.Kom warga Jojogan RT.10 RW.03 Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2015) mengatakan bahwa melihat permasalahan di atas, pihaknya menciptakan aplikasi menarik yang berhasil dan bermanfaat bagi dunia administrasi.
“Saya ciptakan aplikasi data kependudukan yang mudah dan bisa terjangkau oleh perangkat desa di Kabupaten Wonosobo,” ungkap dia saat ditemui Harian Jateng.
Aplikasi SINKRONE tersebut, menurut Maarif, bisa diterapkan di Wonosobo.
“Dapat diterapkan di Kabupaten kita tercinta untuk menjadi Wonosobo Smart City sehingga urusan kependudukan menjadi mudah bagi masyarakat dengan menghasilkan data kependudukan yang berkualitas,” tegas dia.
Menurut pria tersebut, aplikasi tersebut diberi nama Sistem Informasi Kependudukan Republik Indonesia (SINKRONE).
Dikatakannya, aplikasi SINKRONE adalah aplikasi yang menyingkronkan data kependudukan dari berbagai lintas sektor.
Sektor-sektor tersebut meliputi bidang pendidikan, kemudian kesehatan, sosial, selain itu juga ketenagakerjaan, hukum, keluarga berencana, peternakan, pertanian, perumahan, dan sebagainya.
“Model kerja aplikasi ini sangat user friendly (ramah user) tidak perlu mempunyai keahlian khusus di bidang komputer, hanya klik saja,” ujar dia.
Aplikasi SINKRONE tersebut, menurut Maarif, telah masuk pada nominasi starup tingkat nasional yang diikuti 70 tim dari Indonesia dan Australia yang diselenggarakan di Jakarta Digital Valey minggu kemarin.
“Aplikasi sejenis telah diterapkan di beberapa Negara maju seperti Singapura dan Netherland,” tutur dia.
Salah satu keunggulan aplikasi SINKRONE, menurut Maarif, memungkinkan kekonsistensian data kependudukan dari berbagai sektor.
Kemudian, data tersebut divalidasi langsung oleh pihak perangkat desa (petugas kependudukan di tingkat desa).
Perlu diketahui, selama ini update data hanya dapat dilakukan di tingkat kabupaten yang belum tertu up to date. Seperti contoh, di desa tertentu ada bayi lahir atau orang meninggal data tersebut tak langsung diupdate, sehingga sangat mempengaruhi data lainnya.
Hal yang paling sederhana seperti sekarang kita mau pilkada orang yang sudah meninggal masih tertulis di Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Data di KK, KTP, Akta Kelahiran, SIM, NPWP yang tidak konsisten dan berbeda-beda yang kemungkinan sumber data tidak berasal dari satu sember dapat diatasi dengan aplikasi SINKRONE.
Dari penjelasan Maarif, SINKRONE tersebut dibuat web based dan mobile (android) dengan tingkatan user paling bawah ada di tingkat desa.
Kemudian, terintegrasi ke tingkat Kecamatan, dan kabupaten. Hasilnya, ketika ada perubahan di tingkat desa, tingkat kabupaten akan otomatis terupdate.
Bahkan, jika warga bersangkutan dapat login dengan menggunakan username dan passwordnya untuk melihat data kependudukannya secara online.
Dengan adanya SINKRONE, sangat memudahkan validasi dan memudahkan untuk kejelasan suatu data yang digunakan di berbagai bidang. (Red-HJ21/Foto: Jam/Harian Jateng).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
