Pemilihan Serentak 2024, Jaladara Institute Ajak Aktivis Mahasiswa Jadi Pengawas Partisipatif

Laporan Harian Semarang
Jumat, 13 September 2024, 23:11:02 WIB
Pemilihan Serentak 2024, Jaladara Institute Ajak Aktivis Mahasiswa Jadi Pengawas Partisipatif


Hariansemarang.id – Dalam rangka menyambut Pemilihan serentak pada 27 November 2024 yang sukses, berkualitas, bermartabat dan berintegritas, Jaladara Institute dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus menggalakkan strategi pencegahan serta peningkatan peran serta masyarakat melalui pengawasan partisipatif.

Sosialisasi pengawasan partisipatif ini mengambil tema Kolaborasi Pengawasan Partisipasif Bersama Mewujudkan Pilkada 2024 yang Jujur dan Berintegritas. Diskusi diadakan di Café Joglo Maqho Kudus ini dimulai pukul 18.30 WIB dan selesai sekitar Pukul 22.00 WIB. Hadir sebagai pembicara yaitu Imam Subandi (Anggota Bawaslu Kabupaten Kudus) Husnul Mudhom (Peneliti Bidang Hukum Jaladara Institute), dan diikuti sekitar kurang lebih 100 peserta dari aktivis mahasiswa yang ada di Kudus.

Husnul Mudhom mengutarakan pentingnya pengawasan partisipatif. Peneliti bidang Hukum dari Jaladara Institute itu mengatakan salah satu kunci dalam upaya mewujudkan itu adalah mengajak para aktivis mahasiswa yang ada di Kudus untuk menjadi kader penggerak dan pengawas partisipasif.

Husnul mengatakan kader penggerak dan pengawas partisipatif bertujuan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, terutama di pedesaan.

“Dalam pengawasan Pemilu ini dilakukan dengan memberikan pendidikan politik, kepemiluan, dan kelembagaan pengawas kepada masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan kader dan tokoh penggerak pengawasan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai model dan metode pengawasan yang efektif dan sistematis,” ujar Husnul dikutip Kamis (12/09/2024).

Partisipasi masyarakat secara ideal adalah keikutsertaan masyarakat dalam menentukan kebijakan pemerintah yaitu bagian dari kontrol masyarakat terhadap pemerintah. Bukan hanya upaya memobilisasi masyarakat semata-mata hanya untuk kepentingan pemerintah dan negara saja.

Menurut peneliti Jaladara Institute itu, kerja-kerja Bawaslu tentu tidak bisa berjalan sendiri, butuh sinergitas dan kolaborasi strategis yang baik dari semua pihak dan pemangku kepentingan. Mengingat semakin dekatnya waktu pesta demokrasi lima tahunan, demi menciptakan lingkungan yang kondusif dalam penyelenggaraan Pemilihan serentak tahun 2024 yang berkualitas dan berintegritas.

Anggota Bawaslu Kudus, Imam Subandi mengharapkan semua pihak ikut serta memantau dan mengawasi semua tahapan demi terwujudnya Pemilihan yang jurdil.

“Kami ingin Pemilu berlangsung secara jujur dan adil. Pemilu jujur dan adil itu hanya dapat terjadi tidak hanya komitmen dan integritas penyelenggara Pemilu, tapi karena pengawasan banyak pihak. Itu yang kami dorong pada teman-teman mahasiswa yang hadir dalam diskusi ini,” ujar Imam.

Ketua Umum Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) Cabang Kudus, Wahyu Khoiri yang hadir ditengah-tengah diskusi juga menyampaikan dan menegaskan tentang komitmen kader dan aktivis HMI dalam mendukung usaha pengawasan Pemilihan serentak 2024, khususnya Pilkada Kudus yang jujur, tranparan dan berintegritas.

“Kami mengakui bahwa mahasiswa punya peran kursial dalam menjaga proses dan pesta demokrasi. Kami juga ingin memastikan bahwa setiap tahapan pemilu di Kudus berjalan dengan integritas yang tinggi dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak,” kata Wahyu.