Cerita di Balik Layar, 19 Gangster di Kota Semarang Bubar Bar Berkat Siasat Covid

Laporan Harian Semarang
Minggu, 06 Oktober 2024, 12:31:20 WIB
Cerita di Balik Layar, 19 Gangster di Kota Semarang Bubar Bar Berkat Siasat Covid
19 gangster di Kota Semarang bubar. Foto Instagram Polrestabes Kota Semarang



Hariansemarang.id – Halo nda, wis ngerti kan Kota Semarang saiki bebas bersih dari 19 gangster. Ternyata ada cerita di balik pembubaran belasan gangster yang meresahkan warga Kota Semarang lho.

Ternyata nda, 19 gangster bubar di Kota Semarang kuwi karena Pemkot Semarang dan Polrestabes Kota Semarang nganggo strategi ala ala Covid lho. Lha koyo ngopo toh strategine sih, yuk simak selengkape.

Dadi ngene nda, 19 gangster itu disikat habis, bubar bar dengan strategi ciamik wingi pas pandemi. Persiapane pembubaran gangster malah pakai zoom dan patrol mbarang lho.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersyukur atas pembubaran 10 gangster. Selepas pembubaran itu, dia menjamin keamanan Kota Semarang dari para gangster yang sempat meresahkan masyarakat. 19 kelompok gangster di Kota Semarang mendeklarasikan pembubaran kelompoknya di Mapolrestabes Semarang, Selasa (1/10).

Dalam deklarasi pembubaran itu, puluhan anggota gangster itu menyatakan membubarkan diri dan menghentikan segala bentuk aktivitas gangster yang meresahkan dan mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat.

Walikota yang akrab disapa Mbak Ita itu mengtatakan selain pembubaran gangster diikuti dengan pemusnahan senjata tajam milik gangster di Mapolrestabes Semarang.

“Sebenarnya, sudah dari dua minggu yang lalu dengan pak Kapolrestabes dan Forkopimda, kami melakukan zoom dengan seluruh lurah, camat, LPMK, RT/RW se-kota Semarang,” ujar Mbak Ita,” ujar Mbak Ita, usai menghadiri Rapat Paripurna di Balai Kota Semarang, dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (1/10).

Hasil zoom tersebut, lanjut dia, yakni melakukan patroli-patroli keamanan dengan melibatkan berbagai unsur.

“Patroli-patroli seperti saat Covid. Bergantian, mulai dari Babinsa Bhabinkamtibmas, lurah, camat. Hingga mulai menggerakkan dan memasifkan Siskamling. Alhamdulillah sudah mulai berkurang dan sudah tidak ada lagi tawuran maupun korban,” kata dia.

Meski demikian, rupanya masih banyak provokasi yang terjadi di media sosial. Bersama Forkopimda, Pemkot Semarang menggandeng kepolisian berupaya menurunkan suhu panas di antara anggota gangster yang memicu konflik.

“Hari ini, bersamaan dengan Paripurna dilaksanakan pembubaran gangster. Dari korlap (koordinator lapangan) juga datang, dari tokoh agama, tokoh masyarakat bersepakat agar tidak ada gangster lagi di kota Semarang. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, bisa menjadikan Semarang semakin kondusif, aman dan nyaman,” paparnya.

Bersama jajaran Forkopimda, pihaknya menjamin keamanan Kota Semarang dengan berbagai upaya masif menggerakkan pengampu wilayah, mulai tingkat RT, RW, Lurah, Camat hingga Kepolisian dan TNI melakukan patroli secara masif.

“Sebenarnya masyarakat juga harus melihat dan tahu, begitu ada kejadian itu (korban gangster), sekarang di semua tempat ada patroli dari pengampu wilayah, masyarakat dan TNI Polri,” ujar dia. (*)