Sapi Wonosobo Kepanasan, Pedagangnya Berteduh
Kamis, 05 November 2015, 05:40:00 WIB
![]() |
|
Puluhan pedagang sapi sedang berteduh dipinggiran pasar Sapen Wonosobo, Selasa (3/11/2015).
|
Wonosobo, Harian Jateng – Saat musim kemarau seperti ini, puluhan pedagang sapi di pasar Sapen Wonosobo tidak kuat jika berpanas-panasan. Mereka memilih untuk berteduh menghindari terik matahari yang menyengat.
Hal itu dilakukan karena kondisi pasar yang terbuka membuat ratusan pedagang kepanasan. Meskipun mereka sudah terselamatkan dari panasnya matahari, akan tetapi mereka tidak bisa mengamankan sapi yang dijualnya dari berbagai harga tersebut.
Apalagi, lokasi penjualan sapi tak ada atapnya. Akibatnya, ratusan sapi terlihat lemas tak berdaya dan kepanasan.
“Sebenarnya sudah seharusnya kondisi pasar sapen diperhatikan. Karena, melihat pasar hewan Banjarnegara sangat mempedulikan penjual dan sapinya. Sebab, sudah ada atap untuk melindungi dari hujan maupun terik matahari,” ujar Parjo pedagang sapi asal Tugu Wonosobo.
Pihaknya menegaskan, kondisi pasar hewan Sapen sangat kurang layak untuk berjualan ketika musim kemarau seperti ini.
Sebab, menurut dia, lokasi yang disediakan tidak ramah terhadap cuaca. Apalagi ketika musim panas, maka sapi akan kepanasan karena tak ada atapnya.
Dikatakannya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk segera mencarikan solusi untuk masalah pasar Sapen Wonosobo tersebut. Pasalnya, pasar sapen merupakan aset yang cukup besar memberikan kontribusi kepada daerah.
Harusnya pemerintah itu cukup tanggap dengan pasar hewan, lanjut dia, karena ketika dikelola dengan baik dan banyak pedagang yang berjualan dan penjualannya laku banyak maka retribusi akan naik.
“Secara otomatis akan meningkatkan pendapatan daerah. Kalau dibiarkan begini, secara otomatis kondisinya akan tetap sama saja,” beber dia kepada Harian Jateng.
Kholis, pedagang sapi yang lain juga berharap hal sama. Pihaknya selaku pedagang sapi berharap agar kondisi pasar hewan aman dari kondisi panas maupun hujan.
Tujuannya agar pedagang dan pembeli akan merasa nyaman ketika berjualan dipasar sapen.
“Harusnya pemda Wonosobo belajar dari pasar hewan Banjarnegara. Karena, saya paling senang berjualan dipasar hewan Banjar yang nyaman,” papar dia.
Dikatannya, kondisi pasar yang tidak memiliki atap sudah dikeluhkan oleh ratusan pedagang. Akan tetapi, belum juga dibangunkan atapnya.
“Kalau di bagian tengah memang sudah mulai dibangunkan atap. Tetapi, yang masih kasian itu adalah hewan ternaknya,” beber dia.
Hal itu memang menjadi keprihatinan tersendiri bagi pedagang sapi di pasar Sapen Wonosobo. Banyak pedagang merasa bingung, ketika dihadapkan dengan musim panas seperti ini, jadi tidka heran jika mereka memilih berteduh di tempat yang aman dari sinar matahari. (Red-HJ14/Foto: Jam/Harian Jateng).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
