Terobosan Lawan Diabetes: Riset Sup Labu Kuning Unimus Jadi Harapan Baru bagi 20 Juta Penderita
Kamis, 18 September 2025, 06:32:42 WIB
Hariansemarang.id – Di tengah melonjaknya angka penderita diabetes melitus di Indonesia yang kini diperkirakan menembus 20 juta jiwa, inovasi pangan fungsional muncul sebagai angin segar.
Seorang dosen Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof. Dr. Ir. Nurrahman, M.Si atau Prof Nurrahman resmi dikukuhkan sebagai guru besar berkat risetnya yang berhasil menciptakan sup labu kuning instan yang berpotensi menjadi terapi alternatif untuk menurunkan kadar gula darah.
Penelitian ini dinilai krusial mengingat jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia sudah mencapai 19,5 juta jiwa atau tertinggi ke-5 di dunia berdasarkan data Federasi Diabetes International (IDF) 2021. Tahun 2025 ini diperkirakan jumlah penderitanya sudah melewati 20 juta jiwa.
Menurut Nurrahman, riset yang telah ia tekuni selama ini adalah bagian dari upaya menjawab tantangan kesehatan tersebut. Ia berharap, inovasi pangan ini nantinya dapat diproduksi secara massal dan dijual ke masyarakat, sehingga menjadi alternatif terapi yang terjangkau dan efektif.
“Saya masih punya PR untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang penggunaan biji labu kuning yang nanti kami akan tambahkan ke dalam sup labu kuning,” jelas Prof Nurrahman dalam keterangannya dikutip Harian Semarang, Kamis (18/09/2025).
Ia menambahkan, penelitian lanjutan ini bertujuan untuk menguji lebih jauh kemampuan sup tersebut dalam menurunkan kadar glukosa darah.
Monggo baca: Arsitektur Ekopol Pancasila
Pengukuhan Nurrahman sebagai guru besar di bidang Biokimia Pangan dan Metabolisme Zat Gizi berlangsung pada Selasa (16/9/2025) bersamaan dengan dua guru besar Unimus lainnya, Prof. Dr. Sayono, S.K.M., M.Kes(Epid). (bidang Surveilans/Pengawasan Epidemiologi, Program Pascasarjana), dan Prof. Dr. Edy Winarno, S.T., M.Eng. (bidang Pengolahan Citra Digital dan Kriptografi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer). Pengukuhan Nurrahman ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nomor 07331/B4./DT.04.01/2025.
Deretan riset labu kuning
Sebelumnya, Nurrahman telah mendalami penelitian tentang pangan fungsional. Dikutip dari laman unimus.ac.id, beberapa risetnya yang telah dipublikasikan mencakup “Karakteristik dan Potensi Sup Labu Kuning Instan dalam Memperbaiki Profil Lipid dan Sistem Immun Tikus” serta “Karakterisasi dan Potensi Hipoglikemik Sup Labu Kuning Instan yang Ditambah Biji Labu Kuning pada Tikus Diabetes Melitus.” Riset disertasinya juga berfokus pada potensi tempe kedelai hitam dalam meningkatkan kadar IgA sekretori.
Pria kelahiran Semarang ini telah mengabdikan diri di Unimus sejak kampus ini didirikan pada tahun 1999 dan pernah menjabat sebagai Wakil Rektor I dan Ketua LPPM. Selain kesibukan mengajar, lulusan IPB (S1 dan S2) dan UGM (S3) ini juga aktif sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan (PATPI) cabang Semarang serta Wakil Ketua Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. (*)
Berita terkait
Beri Layanan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi 1.200...
Taruna Ikrar Lantik 24 Pejabat Struktural...
Akper Alkautsar Temanggung Gelar Kuliah Pakar...
Fix! BPOM Makin Jadi Lembaga Mendunia,...
Kepala BPOM Prof Taruna Kuliahi Guru...
Kaji Patologi Sosial, Mahasiswa UNNES Observasi...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...