20 Ribu Orang Padati Jalan Sehat Muhammadiyah Semarang, Donasi Bencana Sumatera Rp 434 Juta Terkumpul

Laporan Harian Semarang
Senin, 22 Desember 2025, 09:22:19 WIB
20 Ribu Orang Padati Jalan Sehat Muhammadiyah Semarang, Donasi Bencana Sumatera Rp 434 Juta Terkumpul


Hariansemarang.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menyelenggarakan Jalan Sehat dan Gelar Budaya dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah di halaman Balai Kota Semarang, Ahad (21/12/2025). Acara yang dihadiri lebih dari 20 ribu massa ini menjadi perhelatan inklusif yang memadukan semangat olahraga dengan aksi kemanusiaan masif bagi korban bencana di Sumatera.

Aksi kepedulian ini diawali dengan mengheningkan cipta dan doa bersama sebelum pukuhan ribu peserta jalan sehat diberangkatkan dari garis start.

Ketua PDM Kota Semarang, Fachrur Rozi mengatakan di tengah kebahagiaan Milad, spiritualitas warga Muhammadiyah harus tetap bergerak peduli pada sesama.

Dana yang berhasil dihimpun Muhammadiyah Semarang untuk meringankan beban korban bencana Sumatera sampai hari Ahad (21/12/25) mencapai Rp 434 juta. Sebanyak Rp 407 juta hasil penggalangan dana sejak awal Desember hingga acara, dan sisanya 27 juta berupa subangan uang tunai saat acara,

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi aksi nyata. Kami memfasilitasi para peserta untuk menyalurkan donasi bencana secara praktis. Saat ini saudara-saudara kita di berbagai wilayah sedang membutuhkan uluran tangan,” ujar Fachrur Rozi dikutip dari keterangan resmi PDM Kota Muhammadiyah, Senin (22/12/2025)..

Jumlah donasi ini diyakini akan terus bertambah. Apalagi Lazismu sebagai lembaga filantropi menerapkan inovasi digita. Selama acara berlangsung, Lazismu Semarang menyiagakan petugas dengan kode QRIS non-tunai untuk memudahkan donasi yang transparan.

“Masyarakat cukup memindai kode QRIS yang dibawa oleh relawan Lazismu Semarang. Ini adalah upaya kami mempercepat penyaluran bantuan agar lebih akuntabel dan efisien,” tambahnya.

Muhammadiyah dan Akar Budaya

Selain misi kemanusiaan, Fachrur Rozi secara tegas menyatakan Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang merangkul akar budaya bangsa.

“Muhammadiyah hadir untuk membahagiakan masyarakat. Persyarikatan juga tidak anti-budaya, karena nilai agama dan budaya dapat berjalan beriringan,” tegas Kyai Fachrur Rozi.

Ia mengatakan Milad ke-113 ini menjadi momentum untuk terus menebarkan manfaat sekaligus memperkokoh identitas budaya Nusantara. Semangat pelestarian budaya diwujudkan melalui atraksi energetik SMK Muhammadiyah 1, Semaphore Dance SMP Muhammadiyah 1, hingga berbagai tarian tradisional.

Warga disuguhi Tari Nok Dugder, Tari Japin, Tari Latto-latto, hingga Tari Saman yang dibawakan secara memukau oleh pelajar Muhammadiyah.

Acara semakin hidup dengan peluncuran lagu “Masjid Makmur” melalui kolaborasi harmoni Karawitan dan Rebana dari PCM Mijen.

Ekonomi Kerakyatan dan Tokoh yang Hadir

Sektor ekonomi juga bergerak melalui kehadiran 80 stan bazar UMKM yang menyediakan aneka kuliner dan produk lokal bagi para peserta.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Wahyudi, Rozihan serta Anggota DPD RI, Muhdi.

Hadir pula Rektor Unimus Profesor Masrukhi, Direktur RS Roemani, Sri Mulyani serta Pj Sekda Kota Semarang Budi Prakosa dan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsoo.

Jajaran pimpinan PDM Kota Semarang tampak lengkap hadir, mulai dari Sekretaris PDM, Suparno, Bendahara Heru Ismawan, Wakil Ketua PDM, Shofa Chasani, Nurbini, hingga AM. Jumai, dan lainnya.

Keberkahan Hadiah Umrah

Puncak acara ditutup dengan suasana haru saat pengundian empat paket umrah sebagai hadiah utama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Keberuntungan diraih oleh Musa (Mahasiswa Unimus), Naneng Erfana (warga Wonolopo), Zaenal serta Arifin (warga Rusunawa Kudu).

Cerita menarik datang dari pemenang keempat, Aisyah Sakwela Aruna, siswi SMP Muhammadiyah 6 Semarang asal Krapyak. Remaja ini mengaku sempat pesimis karena jarang beruntung dalam undian. “Kaget banget, senang bisa dapat kupon umrah,” ungkap Aisyah dengan wajah tidak percaya saat namanya dipanggil di tengah ribuan peserta.

Kehadiran para pemenang ini membuktikan keberkahan Milad kali ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dari wilayah pinggiran hingga pusat kota. (*)