Tim Pengabdian UNNES Gelar Edukasi Parenting Cegah Kekerasan Seksual Anak di PAUD NU Mranggen Demak

Laporan Harian Semarang
Kamis, 09 Juli 2026, 08:36:43 WIB
Tim Pengabdian UNNES Gelar Edukasi Parenting Cegah Kekerasan Seksual Anak di PAUD NU Mranggen Demak


Tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diketuai oleh Siti Muslikhatul Ummah, M.I.P., menggelar kegiatan parenting bertajuk “Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak” di PAUD NU Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Acara yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) pukul 13.30 hingga 16.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan orang tua wali murid. Kegiatan ini turut didampingi oleh tim anggota yang terdiri atas Dr. Nugraheni Arumsari S.Sos., M.I.Kom., Imam Sumantri Ms., M.A., Himmatul Ulya, S.I.P., M.I.Kom., Tegar Muhammad Rafly, Sinta Puji Rahayu, Rara Riska Santri, dan Anastasia Retno Pinasti.

Pengabdian ini diadakan sebagai respons maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Demak yang kian beragam, termasuk kasus di lingkungan keluarga dan sekolah. Tim pengabdian menawarkan solusi lewat penguatan fungsi orang tua sebagai benteng pertahanan utama anak. Melalui pola asuh atau parenting yang tepat, orang tua diharapkan mampu menghindarkan anak dari potensi bahaya kekerasan seksual di dalam maupun luar rumah. 

Materi pertama disampaikan langsung oleh Siti Muslikhatul Ummah yang menekankan pentingnya hak dan perlindungan anak dari kekerasan seksual. “Hak-hak anak itu dilindungi oleh undang-undang, terutama pada Pasal 76I UU Nomor 35 Tahun 2014 yang berbunyi setiap anak berhak mendapat perlindungan dari pelecehan, eksploitasi ekonomi, dan seksual,” papar Ummah.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Rara Riska Santri yang berfokus pada edukasi area privasi sejak dini. Dalam paparannya, Rara menekankan pentingnya melatih batasan tubuh dan keberanian anak untuk melindungi diri mereka sendiri. “Kita harus mengajari anak untuk berani berkata tidak kepada orang lain yang hendak melihat, menyentuh, atau memegang area privasi,” jelas Rara di hadapan peserta.

Materi tersebut mendapat sambutan baik dari para peserta yang hadir di lokasi. Istiqomah, salah satu wali murid, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru untuk diterapkan di rumah. “Kami sangat senang karena dapat menambah wawasan dan tentunya menambah pendidikan parenting bagi orang tua untuk melindungi anak-anak kita, dan dapat menjadi rumah yang aman dan terhindar dari kekerasan seksual,” ujarnya.

Kepala Sekolah PAUD NU Mranggen, Dzawits Tsiqoh, mengapresiasi kehadiran tim pengabdian yang disambut positif oleh para orang tua wali murid. Pihaknya berharap program edukasi ini tidak berhenti di sini melainkan dapat berlanjut secara berkala. “Semoga kedepannya akan ada program kerja sama lagi mengenai perlindungan dari kekerasan seksual,” pungkas Dzawits.