SPEDA Resmi Bentuk DPW Jawa Tengah, Perkuat Keterlibatan Pemuda Desa

Laporan Itsma
Rabu, 22 Juli 2026, 21:28:26 WIB
SPEDA Resmi Bentuk DPW Jawa Tengah, Perkuat Keterlibatan Pemuda Desa
Penyerahan SK oleh Ketua Umum SPEDA, Dok: Istimewa



Hariansemarang.id – Solidaritas Pemuda Desa (SPEDA) resmi membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah dan menunjuk Rijalul Ihsan sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dilakukan oleh Ketua Umum DPN SPEDA, Fadli Rumakefing, kepada Rijalul Ihsan beserta jajaran pengurus inti di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/7/2026).

Pembentukan DPW SPEDA Jawa Tengah dilakukan untuk memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan desa sekaligus memperluas keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.

Jawa Tengah dipilih karena memiliki jumlah desa yang besar serta potensi sumber daya manusia yang dinilai mampu menjadi penggerak pembangunan.

Ketua Umum DPW SPEDA Jawa Tengah, Rijalul Ihsan, mengatakan pemuda harus mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. Menurutnya, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari gagasan, keberanian, dan idealisme generasi muda.

“Saya mengajak seluruh pemuda, mulai dari tingkat desa hingga provinsi, untuk bersama-sama mengambil peran dalam membangun perubahan dan peradaban bangsa. Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama pembangunan,” ujar Rijal.

Ia menilai pembangunan nasional tidak dapat hanya berpusat di wilayah perkotaan. Desa, kata dia, merupakan ruang hidup masyarakat yang menyimpan potensi ekonomi, sosial, budaya, dan sumber daya alam sehingga harus menjadi titik awal sekaligus ukuran keberhasilan pembangunan.

Rijal juga menyoroti masih terbatasnya akses sebagian pemuda desa terhadap pendidikan, pelatihan, permodalan, hingga kesempatan mengelola sumber daya di daerahnya sendiri. Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi bukan terletak pada kemampuan generasi muda, melainkan belum meratanya akses dan kesempatan untuk berkembang.

Selain itu, Jawa Tengah yang memiliki sekitar 38,65 juta penduduk dinilai memiliki modal sosial yang besar untuk melahirkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, ia mendorong pemuda untuk terus belajar, berorganisasi, dan berinovasi agar mampu berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.

Rijal menegaskan cita-cita Indonesia Emas tidak akan tercapai apabila generasi muda hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan maupun komoditas politik.

“Pemuda tidak boleh hanya dijadikan objek pembangunan ataupun komoditas politik. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan yang ikut menentukan arah masa depan bangsa,” katanya.

Melalui kepengurusan DPW SPEDA Jawa Tengah yang baru terbentuk, pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi organisasi melalui pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Rijal berharap SPEDA dapat menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan gagasan dan aksi nyata dari generasi muda desa.

“Perubahan besar tidak lahir dari satu orang atau satu kelompok saja. Perubahan lahir dari kerja bersama yang dilakukan secara konsisten. Anak muda bukan sekadar pengikut. Anak muda adalah pelopor, penggerak, dan penentu perubahan menuju Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan berperadaban,” pungkasnya.