Fraksi PKB MPR RI Gelar Seminar Kebangsaan di Wonosobo
Jumat, 02 Oktober 2015, 09:25:00 WIB
![]() |
| Ketua FPKB MPR RI Abdul Kadir Karding (tengah) dalam seminar kebangsaan. |
Wonosobo, Harian Jateng – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) MPR RI menggelar seminar kebangsaan di Resto Ongklok Wonosobo, Kamis (1/10/2015) yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Pancasila.
Kegiatan tersebut merupakan kerjasama atas FPKB MPR RI dan Lembaga Pergerakan peuda Watumalang (Pandawa) Kabupaten Wonosobo.
Abdul Kadir Karding Ketua FPKB MPR RI dalam seminar tersebut, mengaku prihatin. Hal itu dikarenakan saat ini tradisi gotong royong mulai hilang. Padahal, menurut dia, nenek moyang bangsa Indonesia sudah memberikan contoh secara gambling dalam nilai-nilai Pancasila.
Dalam nilai-nilai Pancasila tersebut, sudah gambling bahwa masyarakat diharapkan untuk saling tolong-menolong untuk menciptakan persatuan dan juga kesatuan.
Kita melihat sisi nenagatifnya facebook, twiter, TV, kata Abdul Kadir, mengurangi semangat kegotongroyongan.
“Bahkan, budaya politik santun yang dicontohkan pendiri bangsa juga sudah mulai hilang. Misal, bedanya politisi dulu, kalau berdebat setelah diluar bersahabat. Kalau politisi di sekarang, debat kemudian menjadi persoalan sampai anak tujuh turunan,” papar dia dalam seminar tersebut.
Ia juga menegaskan, problematika bangsa Indonesia yang besar salah satunya adalah semakin terkikisnya pemahaman dan pengamalan Pancasila.
Pria yang akrab disapa Karding tersebut juga mengatakan, saat ini nilai-nilai Pancasila yang bermuatan sifat kegotongroyongan, sopan-santun justru yang muncul sebaliknya indiviudal dan politik yang jauh dari kesantunan.
“Hal itu dikarenakan bangsa ini minim pemahaman dan pengamalan nilai luruh bangsa,” bebernya.
Karding juga menegaskan, masyarakat harus menjaga Pancasila yang menjadi dasar Negara. “Jangan sampai dasar negara yang sudah dibangun lalu dilupakan begitu saja,” tegas dia.
Warga, lanjut dia, mulai tak merespon atau acuh terhadap Pancasila.
Dalam mencari solusi atas problem tersebut, ke depan, PKB ingin mempelopori UU dengan isi pemaksaan warga untuk menghafal Pancasila, agar warga memahami Pancaslia.
“Banyak sekali yang sudah lupa dengan butir-butir Pancasila. Untuk itu, perlu ada UU yang mewajibkan menghafal pancasila,” pungkas dia. (Red-HJ53/Foto: Jamil/Harian Jateng).
Berita terkait
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Berita Terbaru
Kita, Juni dan Pancasila
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
