Wisata Taman Lele Semarang Sepi, Pengelola Siapkan Terobosan

Laporan Harian Semarang
Rabu, 30 September 2015, 13:14:00 WIB



Kondisi Wisata Taman Lele Semarang, Rabu (30/9).

Semarang, Haria Jateng – Wisata Taman Lele  Semarang memang tampak sepi. Harus dikaui, tidak semua obyek wisata dipadati pengunjung. Itulah yang saat ini terjadi pada salah satu obyek wisata di daerah Semarang Barat, yakni Kampoeng Wisata Taman Lele Semarang.

Taman lele merupakan obyek wisata yang bernuansa air. Obyek wisata yang terletak di Jalan Raya Walisongo Km. 10 Semarang itu memiliki lahan seluas 2,2 hektar, dengan suasana alam pedesaan yang memiliki sumber mata air yang jernih.

Luas lahan itu didukung dengan rindangnya pohon-pohon yang laksana hutan. Lebih lagi dihiaisi oleh orkhestra kicauan burung, dan gemercik air yang mengalir di bebatuan. Juga dengan beragam binatang unggas, mamalia, dan reptil.

Dengan luas lahan yang dimiliki itu, Taman lele punya banyak fasilitas yang sengaja disediakan untuk memanjakan pengunjung. Fasilitas tersebut di antaranya adalah rekreasi seperti mainan anak, kolam renang anak, becak air, dan lainnya. Disediakan pula hotel (10 Kamar, Breakfast, TV, AC).

Selain itu juga rumah makan (Ikan Bakar/Goreng, Sate Kambing, Steak Family, Gado-gado). Tak lupa tempat lesehan Gazebo yang dapat memuat 25-30 orang.  Dan yang tak kalah penting adalah area parkir yang luas.

Kurang Peminat, Pedagang Lesu
Namun dengan beragam fasilitas yang ditawarkan itu tidak lantas membuat pengunjungnya membeludak. Sebaliknya,  semakin hari pengunjungnya semakin berkurang. Hal inilah yang membuat Sati, salah seorang pedagang di sana mengeluh.

“Di sini itu sepi tenan (banget), Mas. Sedino utuh trimo entok duit (Satu hari penuh hanya dapat uang) 15.000-20.000. Wong pacaran paling siji loro (Orang pacaran itu hanya ada satu dua),” ujar pedagang asal Wonogiri tersebut, Pukul 10.30 WIB, Rabu (30/09) di Warungnya.

Di samping pengunjung yang semakin hari makin berkurang, ditambah lagi letak warungnya yang berada di paling atas, dikelilingi pepohonan gersang. Kata dia, sedikit sekali pengunjung yang sampai warungnya itu.

“Masalahe kene soyo panas (Masalahnya juga sini semakin panas). Pengunjung hanya ing mandap (di bawah)”, kata Sati kepada Harian Jateng.

Dia menambahkan, Taman Lele sejak tiga tahun terakhir mengalami penurunan pengunjung. Dulu, katanya, dia sangat senang karena banyak pengunjung, dan dagangannya laris manis.

“Sekarang agak ramai jika liburan, dan pas ada hiburan (solo orgen),” ungkapnya.

Wahana Rusak
Menurut salah satu pengunjung di sana, Sumardi, dan Marfuatun istrinya, tempat Taman Lele cukup baik. Juga rindang karena banyak pepohonan. 

“Pas buat kami beristirahat melepas lelah, karena baru saja dari Godong, Grobogan,” ucap Sumardi kepada Harian Jateng.

Hanya saja, lelaki paruh baya dari, Gringsing, Batang, itu menyayangkan, di bagia atas kurang begitu terawat. Banyak pepohonan yang sudah gersang. Ada pula pohon-pohon kecil liar yang tidak dirapikan.

“Pohon-pohon kecil tak terurus, dan banyak rumah (barangkali rumah hewan-hewan) yang rusak tapi belum diganti”, tandasnya. (Red-HJ44/Foto: Kumarudin/Harian Jateng).