Menjamah Wisata Curug Glawe Kendal yang Masih Perawan

Laporan Harian Semarang
Senin, 28 September 2015, 07:51:00 WIB



Curug Glawe Kendal

Anda suka berwisata? Anda harus menjamah wisata Curug Glawe Kendal yang masih perawan. Bagi Anda yang suka dengan pemandangan di ketinggian, Curug Glawe adalah salah satu tempat yang harus anda kunjungi.

Curug Glawe adalah sebuah air terjun yang terletak di Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Curug Glawe ini menawarkan pemandangan alam yang eksotis bagi anda pencinta ketinggian. Letaknya yang berada di ketinggian dan jalan untuk menuju kesana yang  melewati perbukitan menambah indah pemandangan alam sekitarnya. Hawa sejuk pegunungan ditambah hijaunya pepohonan akan membuat nuansa menjadi sekamin terasa alami.

Curug Glawe ini merupakan big fawerfall. Pasalnya, tinggi Curug Glawe ini lebih dari 20 meter dengan lebar tebing batunya lebih dari 15 meter. Yang menarik dari Curug Glawe ini adalah memiliki air terjun sebanyak dua tingkat. Tingkat pertama sedikit lebih tinggi dan tingkat kedua yang lebih rendah. Dan diantara kedua tingkat air terjun ini, terdapat kolam dengan diameter sekitar 3 meter dan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Keindahan Curug Glawe KendalKolam yang terdapat ditengah-tengah kedua tingkat curug ini merupakan faforit para pengunjung. Selain karena letaknya yang berada ditengah-tengah air terjun, kolam ini juga lebih sering digunakan untuk berenang dan dari pada kolam yang berada dibawah air terjun.

Dari kolam inilah pengunjung dapat melihat pemandangan yang menarik, karena dapat melihat air yang mengalir ke bawah juga dapat melihat air yang mengalir dari atas seperti air yang jatuh dari langit menimpa pengunjung yang berada di kolam.

“Setiap pengunjung yang datang, biasanya mereka lebih suka berenang dikolam yang berada ditengah air terjun. dari atas, selain berenang pengunjung juga dapat menikmati pemandangan sekitar,” kata Bapak Sayup (38), seorang pedagang di area air terjun.

“Sedangkan kolam yang di bawah, biasanya lebih sering digunakan untuk berfoto saja”, imbuhnya kepada Harian Jateng.

Anda harus menjamah curug yang masih perawan ini, apalagi belum banyak media mengeksposnya. Kalau tidak sekarang, lalu kapan lagi?

(Liputan Wisata Harian Jateng/Foto: Ainur Rofiqul Aziz).