Kodim Blora Sarankan Warga Buat Kelompok Pencegahan Kerusakan Lingkungan
Kamis, 22 Oktober 2015, 09:54:00 WIB
| Penyuluhan oleh BLH Blora, Kamis (22/10/2015). |
Blora, Harian Jateng – Rangkaian kegiatan non fisik yang dilakukan Kodim Blora di proyek non fisik TMMD Reguler ke-95 di Desa Karang Tengah, Ngawen, Blora. Kali ini dengan menggandeng badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora, TNI memberi penyuluhan tetang pentingnya memperbaiki lingkungan yang rusak. Sri Jatmiko, Kasubbid, Konservasi Sumber Daya Air dan Sumber Daya Alam Kantor BLH, berharap Di lingkungan masyarakat Karang Tengahmembentuk kelompok-kelompok yang mencegah kerusakan lingkungan.
Sri Jatmiko menjelaskan, bahwa akan ada bantuan bibit bagi warga Karang Tengah, yakni berupa 250 buah bibit Sukun.
‘’Ini sudah sesuai visi dari BLH yang selalu ada hubungannya deganmanusia, tanaman, ternak dan air. Sampah jangan dibakar, melainkan bisa dijadikan pupuk,’’ kata dia.
Perlunya warga Desa Karang Tengah, Ngawen, Blora membentuk kelompok-kelompok yang mencegah kerusakan lingkungan, menurutnya sudah banyak fakta nyata yang ada di Karang Tengah terkait . Dulu-dulunya air di Karang Tengah agak gampang, tetapi saat ini sulit untuk mendapatkan sumber air.
’’Ini semua disebabkan lingkungan kita rusak. Dulu pohon besar di Karang Tengah masih banyak, hanya saja karena ditebangi sehingga lingkungan rusak, sehingga di setiap musim kemarau sulit air,’’ jelas Sri Jatmiko.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dulu-dulunya untuk menanam padi dan jagung, tidak membutuhkan pupuk, melainkan hanya dengan teletong sudah bisa menghasilkan panenan yang baik.
Caranya supaya tidak rusak menurut Sri Jatimo,warga Karang tengah diminta untuk mnegembalikan mengembalikan tanaman besar. Dengan cara itu akan mengembalikan mata air, karena dengan tumbuhan besar itu bisa mengembalikan sumber air. Dengan tanaman besar, nantinya daun-daunnya bisa menjadi pupuk.
Disarankan, dalam menanam pohon besar seyogyanya tanaman yanga bisa dipetik hasilnya. Minimal membutuhkan waktu sekitar 4 tahun. Dicontohkan, tanaman Sukun dalam 1 tahun bisa buah 2 kali.
‘’Seandainya 1 pohon buahnya 500 dan seseroang mempunyai 10 pohon, sukun. Ini akan ada hasil tambahan,’’ pungkas Si Jatmiko. (Red-HJ33/Sujono/Pendim Blora).
Berita terkait
Intip Rahasia di Balik Durabilitas Galaxy...
Hasil Monitoring BNPT, Berikut Capaian Kinerja...
Khofifah Menghilang, Kiai Said Datang
Tak ada yang salah! memang Puan...
Tanda yang Merusak Niat Baik
Mengenal Creative Piata
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...