Bibit Kayu Al Basia di Wonosobo Digeruduk Pembeli
Jumat, 13 November 2015, 07:47:00 WIB
![]() |
|
Petani sedang memilih bibit Al Basia untuk ditanam di lahannya, Kamis (12/11/2015).
|
Wonosobo, Harian Jateng – Permintaan bibit kayu di wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah memasuki musim hujan kini meningat drastis.
Permintaan bibit kayu keras berupa albasia, mahoni, suren, karet, kopi dan bibit lainnya kini meningkat drastis. Hal itu dikarenakan memasuki musim hujan ini para petani mulai menanam kayu.
“Saat ini penjulan bibit kayu keras, terutama Al Basia sudah mula naik. Karena pada musim kemarau permintaannya sangat sedikit. Petani kayu sudah mulai membeli bibit kayu, karena memasuki musim hujan ini, petani yakin proses pertumbuhannya bagus,” kata Taufiq penjual bibit Al Basia di Sawangan, Kecamatan Leksono, Wonosobo, pada Kamis (12/11/2015).
Bagi petani kayu di Wonosobo, musim hujan selalu dinanti. Pasalnya, hal itu menjadikan tren meningkatnya permintaan bibit yang beriimbas pada harga jual yang terdongrak.
Maka tidak heran, harga bibit tanaman mulai naik dibandingkan saat musim kemarau. Apalagi, dengan perhitungan yang matang, usia bibit siap tanam jatuh pada musim hujan.
“Bibit sudah berumur antara tiga hingga lima bulan sudah terjual banyak. Karena, kami berkeliling ke kampong-kampung untuk berjualan bibit kayu,” jelas dia.
Dikatakannya, selama musim hujan telah menyiapkan belasan ribu bibit dengan berbagai jenis ukuran tanaman. Saat ini, sebagian besar sudah terjual.
“Ada sekitar lima ribu bibit karet, tiga ribu bibit kopi dan enam ribu bibit albasia. Sudah, sekitar 60 persen bibit yang laku terjual,” ujar dia.
Senada dengan hal itu, penjual bibit asal Limbangan, Sukir juga mengaku pada musim kemarau merupakan waktu pengusaha dan petani pembibitan sedang bersusah payah dan menjaga bibitnya.
Pasalnya, permintaan bibit pada musim kemarau sangat sedikit. Namun, pada musim hujan permintaan bibit al basia sangat tinggi.
“Harga bibit rata-rata mengalami kenaikan antara Rp 300- Rp600 per batang. Seperti bibit kayu Albasia umur lima bulan, sebelumnya dijual dengan harga Rp3500 naik menjadi Rp 4000 per batang yang ukurannya sudah cukup besar,” kata dia.
Sementara itu, petani asal Kleyang Gunung, Desa Pungangan, Wonosobo, Bino menjelaskan bahwa memasuki musim hujan sudah membeli bibit kayu sekitr 150. Bibit Al basia itu akan ditanam dilahannya.
“Saya membeli meskipun sedikit, supaya lahannya tidak terlalu tandus,” tuturnya saat memilih bibit. (Red-HJ43/Foto: Jam/Harian Jateng).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
