Ini Solusi Kekerasan Seksual

Laporan Harian Semarang
Senin, 23 November 2015, 12:57:00 WIB



Dr. Nisa Rahmah Nur Nganthi saat menyampaikan materi, Senin (23/11/2015).

Kudus, Harian Jateng – Selama ini, menurut pakar psikologi klinis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Nisa Rahmah Nur Nganthi, banyak kasus kekerasan seksual yang terkadi si tengah masyarakat.

Akan tetapi, sebagian besar ternyata dari kasus kekerasan seksual yang terjadi, tidak dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Hal itu diungkapkannya dalam kuliah umum bertajuk ‘’Gangguan Perilaku Seksual’’ di ruang seminar Lantai IV Gedung Rektorat, UMK Kudus, Senin (23/11/2015).

Dikatakannya, beragam kasus kekerasan terjadi, menurutnya, dilatarbelakangi oleh berbagai hal yang sangat beragam.

‘’Antara lain kebutuhan hasrat seksual, stimulasi seksual dari lingkungan, kelemahan penegakan hukum, perang (konflik), dan budaya paternalistik,’’ tandasnya.

Pihaknya menambahkan, kekerasan seksual sangat sulit dihilangkan karena diperkuat oleh dominasi budaya paternalistik dari pelaku, keengganan korban melapor, serta lingkungan sosial yang cenderung menganggap korban berkontribusi terhadap kejadian kekerasan seksual.

Dikatan Nisa, kekerasan seksual  pun kebanyakan justru dilakukan oleh orang-orang yang dikenal.

“Kekerasan seksual dapat diatasi dengan memperhatikan faktor risiko, melakukan prevensi dan intervensi, serta memperkuat faktor protektif,” kata dia.

Kekerasan seksual, kata Nisa Rahmah, merupakan kejahatan dengan prevalensi paling sering muncul di semua negara di dunia, dengan karakteristik korban usia 12 hingga 34 tahun.

“Dari kasus-kasus yang ada, hanya 54 % yang dilaporkan,” bebernya.

Lebih ironis lagi, dari kasus-kasus yang dilaporkan tersebut, yang kemudian diproses dan masuk penjara pun sangat sedikit sekali.

‘’Sudah banyak kasus yang tidak dilaporkan, selain itu, 97 %  tidak di penjara,’’ papar dia. (Red-HJ12/Eros).