Angka Pendidikan Wonosobo Terendah di Jateng

Laporan Harian Semarang
Selasa, 01 Desember 2015, 09:36:00 WIB



Ilustrasi

Wonosobo, Harian Jateng – Dari temuan yang ada, angka pendidikan Wonosobo termasuk terendah di Jawa Tengah. Hal itu menunjukkan bahwa angka partisipasi pendidikan Wonosobo termasuk rendah.

Sesuai data Susenas tahun 2013, menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah pada usia 16 – 18 tahun di Kabupaten Wonosobo hanya 37 persen saja.

“Rendahnya angka pendidikan ini dapat memicu tingginya angka kriminalitas di Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya. Oleh karena itu, partisipasi semua elemen masyarakat Wonosobo dalam bidang pendidikan sangat diperlukan,” ujar Handoyo, Peneliti Serayu Institut (SI) Kabupaten Wonosobo ketika ditemui Harian Jateng di rumahnya, Senin (30/11/2015).

Dikatakannya, pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap masyarakat. Bangsa yang maju adalah bangsa yang masyarakatnya berpendidikan.

“Semakin bagus kualitas pendidikan di suatu daerah berbanding lurus dengan turunnya angka kriminalitas. Apabila angka pendidikannya rendah, maka angka kriminalitas di Wonosobo bisa meningkat,” beber dia.

Dari penjelasannya, tingkat ketimpangan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas.  Untuk itu, agar tidak terjadi ketimpangan dalam dunia pendidikan maka semua elemen harus bergerak cepat dan terarah.

Butuh kehadiran dari semua elemen, baik peserta didik, lanjutnya, orang tua, guru, tokoh masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan angka pendidikan.

“Supaya, semakin hari semakin banyak anak yang melanjutkan. Bukan sebaliknya, semakin hari semakin banyak anak yang putus sekolah,” bebernya.

Handoyo juga mengatakan bahwa angka melanjutkan dari SD ke SMP sudah cukup tinggi. Meskipun masih ada beberapa yang tidak melanjutkan.

Akan tetapi, angka yang tidak melanjutkan dari SMP ke SMA masih cukup tinggi.

“Sesuai data dari dinas pendidikan masih ada sekitar 4ribu anak SMP yang tidak melanjutkan. Untuk itu, perlu dicarikan solusi yang terbaik. Supaya, angka melanjutkan, utamanya dari SMP ke SMA semakin meningkat,” pungkasnya. (Red-HJ99/Foto: Jam/Harian Jateng).