Hilma Afida, Gagas Sanggar Tari di Mranggen Demak

Laporan Harian Semarang
Senin, 07 Desember 2015, 16:55:00 WIB



Hilma Afida

Sebagai mahasiswi  jurusan Sendratasik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Hilma Afida bercita-cita mengamalkan ilmunya di dunia nyata, yaitu ingin mendirikan sanggar tari di Mranggen, Demak, Jawa Tengah tempat kelahirannya.

Apatisme masyarakat setempat dalam seni dan budaya, memotivasi Hilma untuk mendirikan sanggar seni tari di daerahnya tersebut.

“Di tempat saya itu masih apatis dan bahkan menganggap negatif tentang seni tari. Padahal seni tari itu bagian dari kekayaan Jawa,” ungkap mahasiswi yang kini menggeluti usaha rias pengantin tersebut.

Dikatakannya, meskipun ia masih berstatus mahasiswi, namun ia mulai merintis hal itu dengan dukungan orang di sekitarnya. Tak heran, ia pun kini berbisnis dengan mengikuti saudara yang memiliki sanggar rias.

Geluti Bisnis Rias
“Kalau berbicara kuliah sambil kerja, memang ada enaknya dan tidaknya. Namun semua itu saya nikmati karena kuliah sambil kerja memang perlu manajemen waktu yang rapi,” ungkap dia, Senin (7/12/2015).

Kadang memang ada jadwal yang terganggu, kata dia, tapi ya harus diatur rapi.

Kepada Harian Jateng, perempuan alumnus MAN 1 Semarang ini mengaku bahwa kesuksesan mahasiswa bergantung pada pribadi masing-masing.

“Itu bergantung pribadinya ya, soalnya kan mahasiswa tipenya beda-beda,” beber dia.

Kondisi masyarakat Mranggen Demak yang apatis terhadap seni, mendorong Hilma mendirikan sanggar seni tari yang menjadi wadah bagi pemuda-pemudi setempat mengembangkan bakat seninya.

“Kalau saya kebetulan di rumah Tanteku kan punya sanggar rias pengatin. Jadi kalau ada job, saya diajak dan penghasilannya ya membantu meringankan orang tua,” tukas dia.

Saya juga sering mengisi senam aerobik. “Kebetulan di kampus kan ada mata kuliah olah tubuh. Jadi itu membantu saya saat jadi instruktur,” jelas perempuan asal Desa Tegalarum RT 2 Rw 1 Mranggen, Demak tersebut.

Kemarin, kata dia, saya juga mengisi di Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang di UMK sana.

“Di tempat saya sering meminta saya ngajar ekstra, baik di SMK maupun SD,” beber dia.

Dengan hal itulah, membuat Hilma bercita-cita ingin mendirikan sanggar seni tari sendiri di rumah. Apalagi, orang di sekitarnya juga mendukung dan kebetulan memiliki darah seni.

Mahasiswi yang pernah mengikuti lomba di USM dan mendapat Juara 3 Tingkat Kota Semarang tahun 2014 tersebut, memiliki impian agar di Mranggen, seni tarinya bisa berkembang.

“Semoga ke depan bisa berjalan lancar dan tercapai,” harap dia. (Red-HJ99/Foto: HA/Harian Jateng).