Rhoma Irama Meninggal Dunia karena Dibacok, Indonesia Bersedih
Kamis, 07 Januari 2016, 23:21:00 WIB
![]() |
| Ilustrasi |
Bima, Harian Jateng – Rhoma Irama meninggal dunia karena dibacok, Rabu (6/1/2016). Rhoma Irama adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), tewas dibacok di sekitar kampusnya. Ia tewas mengenaskan karena mengalami luka bacok.
Kematian Rhoma Irama tersebut menuai aksi kemanusiaan. Ucapan duka, di media sosial pun membanjiri kejadian tersebut yang sangat mengenaskan.
Apalagi, kematian Rhoma ini terjadi di awal tahun 2016. Kejadian ini membuat Indonesia bersedih, dan terutama kawan-kawan mahasiswa Rhoma di STKIP Bima yang bersedih karena ia dibacok usai mengerjakan ujian di kampusnya.
Diduga, pelaku pembacokan adalah rekan korban sesama mahasiswa yang memiliki inisial AR dan JO.
Dari penelusuran, seperti yang dilansir di Okezone.com, ternyata pembacokan terhadap korban yang akrab disapa Oman ini terjadi setelah dirinya melaksanakan ujian semester di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima.
Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah kos-kosan yang memungkinkan jadi tempat persembunyian pelaku.
Hal itu dilakukan untuk mencari pelaku yang kabur setelah menghabisi nyawa korban, puluhan anggota polisi dari Polres Bima Kota tersebut.
Bahkan, dari penelusuran kepolisian di lapangan, satu persatu penghuni kamar kos di Keluarahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, NTB diperiksa identitasnya agar bisa menemukan pelaku pembacokan Rhoma tersebut.
Tidak sekadar itu, polisi juga memeriksa isi ruangan kos milik mahasiswa yang dicurigai sebagai teman pelaku.
“Saya tidak tahu, tiba-tiba polisi memeriksa kamar kos saya. Namun setelah itu saya dapat informasi jika telah terjadi pembunuhan di kampus STKIP,” ujar salah satu mahasiswa yang kosannya diperiksa polisi.
Hingga Rabu (6/1/2016) malam, puluhan anggota kepolisian masih melakukan penjagaan di areal kampus STKIP Bima NTB tersebut. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. (Red-HJ99/Foto: Liputan6com.).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Mumpuni dan Visioner, Jateng Dukung Penuh...
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
