BEM Unsiq Tambah Struktur Kepengurusan Kampus

Laporan Harian Semarang
Jumat, 08 Januari 2016, 12:02:00 WIB



Pelantikan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di gedung Fak Syariah Unsiq Wonosobo, Kamis (7/1/2016).

Wonosobo, Harian Jateng – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Sains Alquran (Unsiq) Wonosobo, Jawa Tengah, kini melakukan gebrakan baru dengan menambah kepengurusan organisasi kampus disetiap jurusan atau prodi yang ada di Fakultas Syariah dan Hukum Unsiq Wonosobo.

Hal itu bertujuan agar meningkatkan kemampuan anggota serta memberikan arahan dan pemusatan kegiatan organisasi.

“Selama ini BEM fakultas cukup kesulitan ketika ingin berkordinasi dengan jurusan. Sebab, belum ada struktut organisasi yang dijadikan sebagai mediaotor untuk menyampaikan pesan. Untuk itu, kami melakukan terbosan baru dengan membentuk kepengurusan disetiap jurusan,” beber Nanang Irfan Gubernur BEM Fakultas Syariah dan Hukum Unsiq di sela-sela proses pelantikan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di gedung Fak Syariah Unsiq Wonosobo, Kamis (7/1/2016).

Dalam sejarahnya, pada awal pembentukan HMP di setiap prodi, pengurus ditunjuk langsung. Hal itu dilakukan untuk mengawali, agar organisasi berjalan dengan baik.

“Kami menunjuk mahasiswa yang memiliki kemampuan untuk mengelola organisasi. Mereka dipilih, baik sesuai usulan atau pertimbangan kemampuan akademik dan non akademiknya,” ujar dia kepada Harian Jateng.

Disebutkan, bahwa struktur yang baru saja ditambah adalah, HMP Ilmu Hukum, HMP Muamalat, HMP PBS, HMP AS dan juga HMP IQT. Mereka yang terpilih diberikan wewenang untuk mengembangkan HMP di setiap jurusan di Unsiq Wonosobo.

“Ada 5 jurusan yang baru saja terbentuk kepengurusannya, mereka akan bekerja secara maksimal untuk mengembangkan HMP sesuai dengan tujuannya,” ungkap dia.

Dikatakannya, agenda yang digelar untuk memeriahkan pelantikan raya HMP adalah dengan menyertakan seminar jurnalistik bertajuk implementasi kreatifitas mahasiswa melalui mata pena.

Kami ingin agar kreatifitas mereka terbangun, lanjut dia, mereka juga bisa menulis. “Karena, dengan menulis maka akan mampu mengasak wacana dan dialektika selama menjadi mahasiswa,” imbuh dia.

Ia berharap, dengan ditambahkannya struktur kepengurusan yang baru, maka kemajuan organisasi intra kampus berkembang dan lebih optimal.

 “Setidaknya kesulitan yang selama ini dialami, akan mudah diselesaikan, karena sudah ada HMP. Ibarat, Gubuernur bisa dengan mudah menyampaikan kepada masyarakat dipelosok melalui Bupati Wonosobo, dan HMP itu dipimpin langsung ibaratnya oleh bupati,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan adanya penggemukan organisasi maka akan lebih maksimal. Sebab, ibarat pohon semakin banyak rantingnya maka semakin banyak pula buahnya.

“Sebenarnya hampir kampus-kampus besar di luar Wonosobo, setiap jurusan sudah dibentuk kepengurusan, namun kami sedikit tertinggal. Setidaknya, ini adalah terobosan baru untuk menuju kebaikan,” pungkas dia. (Red-HJ99/Foto: Jam-Harian Jateng).