Harga BBM 2016 Turun, Tarif Angkutan Masih Normal
Jumat, 08 Januari 2016, 12:04:00 WIB
![]() |
|
Angkutan Desa sedang berjajar rapi dikompleks penampungan parkir sementara, Kamis (7/1/2016).
|
Wonosobo, Harian Wonosobo – Tarif angkutan desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah masih tetap normalsetelah diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
Rendahnya angka penurunan BBM dijadikan alasan para sopir untuk tetap mempertahankan tarif angkutan. Pasalnya, bila tarif angkutan diturunkan, maka sopir angkutan akan kelabakan. Sebab, harga-harga kebutuhan angkutan masih saja mahal.
Kepala Kantor Perhubungan Kabupaten Wonosobo, Suwondo Hartoko, membenarkan, sampai saat ini belum ada edaran kepada para sopir angkutan terkait tarif angkutan paska BBM diturunkan.
Pasalnya, pihaknya mengaku sampai detik ini belum menerima PTJK dari pemerintah pusat.
“Sampai sekarang pihak kantor perhub belum menerima PTJK dari pemerintah pusat,” ungkapnya kepada Harian Jateng, Kamis (7/1/2016).
“Turunnya harga BBM belum dirasakan secara maksimal, karena tarif angkutan masih tetap stabil. Kami belum berani untuk menurunkan tarifnya, karena penurunannya sangat kecil,” tutur Bagio sopir angkutan Kertek Wonosobo di sela-sela menunggu penumpang, Kamis (7/1/2016).
Sopir angkutan merasa jika turunnya harga BBM hanya membuat masyarakat resah. Karena, harga yang sudah dinaikkan tinggi, sementara turunnya sangat kecil.
“Memang sudah melakukan kajian atau apa itu namanya, tapi yang kena dampaknya masyarakat banyak. Sebab, kami sendiri juga tidak bisa dengan mudah menurunkan harga tarif angkutan begitu saja,” ujarnya.
Disebutkan, tarif angkutan untuk umum masih seperti biasa Rp3ribu. Kemudian, tarif angkutan untuk anak sekolah masih sama.
“Untuk anak sekolah masih tetap Rp2500,” jelas dia.
Senada dengan sopir angkutan Limbangan, Soim yang mengaku, sejauh ini tidak ada rencana sopir angkutan untuk menurunkan tarif. Meskipun harga BBM turun, namun sopir sepakat tarif angkutan tetap normal.
“Soalnya turunnya itu sangat kecil mas, jadi kami sendiri juga tidak bisa mengkalkulasikannya,” paparnya.
Tidak sekadar itu, dari kantor perhubungan sampai saat ini juga belum ada edaran untuk menurunkan tarif. Mungkin pemerintah sudah tahu, jika harga BBM diturunkan terlalu kecil, sehingga tarif angkutan masih dibiarkan stabil.
“Belum ada edaran resmi, jadi kami tetap menggunakan tarif normal. Dan kalaupun ada edaran, kami juga meminta agar tarif angkutan tetap stabil,” ujar dia. (Red-HJ99/Foto: Jam-Harian Jateng).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
