Cetak Tiket Kereta Api Sekarang Kayak Sulapan

Laporan Harian Semarang
Jumat, 08 Januari 2016, 05:39:00 WIB



Mesin cetak tiket mandiri. Foto: Risdha.

“Lebih Praktis, Tapi Kasihan juga Penjaga Loketnya, Jadi Nganggur”

Jakarta, Harian Jateng –  Demi meningkatkan pelayanan terhadap penumpang kereta api, pihak Kereta Api Indonesia (KAI) Commuterline menghadirkan terobosan terbaru yakni mesin pelayanan tiket untuk penumpang. Jadi untuk mendapatkan tiket kereta api calon penumpang tidak perlu harus mengantri berjam-jam.

Yusep, salah seorang teknisi Commuterline sibuk merapikan tujuh kotak merah berukuran 500 cm dengan tinggi 2 meter yang berbaris di tengah hall stasiun Jakarta Kota. Kotak itu bertuliskan Tiket KRL Commuterline atau dikenal Vending Machine. Pagi itu mesin-mesin tersebut belum bisa digunakan karena masih dalam penyesuaian teknisi.

Ia pun menjelaskan secara singkat perihal cara kerja mesin tersebut.  mesin itu menurutnya, akan menggantikan peran petugas loket yang selama ini melayani calon penumpang untuk mendapatkan tiket commuterline.

Calon penumpang lain kembali bertanya soal jenis uang yang bisa digunakan oleh mesin tersebut. Mesin ini bisa memberikan uang kembalian, tapi tidak bisa menerima uang dalam kondisi rusak atau lusuh.

“Dia bisa pakai pecahan di bawah Rp 20.000. Receh juga bisa. Pakai receh Rp 1.000 dan koin Rp 500 yang putih. Kalau yang kuning enggak bisa,” jelas Yusep Kamis (7/1/2016).

Mesin itu masih asing di hadapan penumpang kereta. Mereka harus meraba-raba untuk terbiasa menggunakannya. Tidak semua orang bisa dengan cepat beradaptasi dan mahir dalam penggunaan mesin itu.

Meski praktis dan lebih modern, kehadiran mesin sebagai pengganti peran penjaga loket membuat masyarakat kehilangan sentuhan kehangatan manusia.

“Lebih praktis sih, tapi kasian petugas yang jaga loketnya. Nanti malah enggak ada kerjaan. Terus juga kan enggak enaknya enggak bisa tanya-tanya langsung sama petugas kalau mau ke mana gitu, ungkap Amel, warga Cibubur yang hampir setiap hari menggunakan kereta.

Di stasiun Sudirman, terdapat dua buah mesin sama. Dari dua mesin itu hanya satu yang bisa dioperasikan. Pemandangan berbeda terlihat di stasiun ini. Secara bergantian, baik pria maupun wanita karir pengguna commuterline membiasakan diri memasukkan uang pecahan Rp 10.000 untuk ditukar dengan Tiket Harian Berjamin (THB).

Dipandu dua petugas, penumpang langsung mempraktikkan cara menggunakan mesin tersebut. Jika antrean sudah lebih dari lima orang, petugas PKD mengarahkan pengguna commuterline untuk berpindah ke loket biasa. Karena uang yang bisa digunakan mesin itu hanya pecahan di bawah Rp 20.000, petugas menerima jasa penukaran uang. (Red-HJ99/Ridsha).


Berita terkait

Tak ada yang salah! memang Puan Maharani idola wanita Indonesia
Tak ada yang salah! memang Puan...
27 September 2022, 23:09:13
Tanda yang Merusak Niat Baik
Tanda yang Merusak Niat Baik
25 Juni 2022, 00:28:07
Mengenal Creative Piata
Mengenal Creative Piata
30 Mei 2022, 16:31:23