Ketua MPR RI Sebut Perbuatan Saut Situmorang pada HMI Sah-sah Saja

Laporan Harian Semarang
Rabu, 11 Mei 2016, 01:30:00 WIB



Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (berdiri kiri) saat menyampaikan materi dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kampus Unimus Semarang, kemarin.

Semarang, Harian Jateng – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Zulkifli Hasan mengatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu mempersatukan serta tidak menyebarkan kebencian yang berakibat terjadinya perpecahan bangsa dan negara.

“Pemimpin itu harus Pancasilais, apapun ucapan dan tindakannya tujuannya harus satu yaitu mempersatukan,” katanya di Semarang, Senin (10/5/2016).

Hal tersebut disampaikan Zulkifli menanggapi pernyataan salah seorang petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi yang dinilai menyinggung Himpunan Mahasiswa Islam.

Menurut dia, segala perbuatan seorang pemimpin itu juga harus dilandasi sifat Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, bertujuan mempersatukan, mengedepankan musyawarah untuk mufakat, serta akhirnya menyejahterakan masyarakat Indonesia.

“Pemimpin jangan menyebarkan kebencian, dengan menyebarkan kebaikan maka Insya Allah akan mendapat kebaikan,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

Terkait dengan tindakan anggota HMI melaporkan secara resmi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang ke polisi karena dinilai menyinggung HMI, Zulkifli menilai hal tersebut sah-sah saja.

“Bagi saya, kalau yang bersangkutan sudah minta maaf ya sudah,” katanya.

Sebelumnya, dalam acara “Benang Merah: Harga Sebuah Perkara” yang ditayangkan sebuah televisi swasta pada Kamis (5/5/2016), pernyataan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dinilai telah menghina Himpunan Mahasiswa Islam.

Pernyataan Saut tersebut menyulut amarah massa HMI yang mendatangi dan merusak sejumlah fasilitas umum di gedung KPK pada Senin (9/5/2016).

Tidak lama kemudian, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, menggelar jumpa pers guna membacakan pernyataan maaf.

“Pak Saut selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI maupun lembaga lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman maupun kesalahan persepsi, Pak Saut juga memohon maaf atas pernyataan tersebut dan kami percaya HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di Indonesia bisa menjadi mitra KPK dalam upaya pemberantasan korupsi,” ujar Andriati. (Red-HJ99/Ant/Foto: Haris).