Kudus Kejar Adipura Paripurna

Laporan Harian Semarang
Selasa, 26 Juli 2016, 17:27:00 WIB



ilustrasi

Kudus, Harianjateng.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan meraih penghargaan piala Adipura Paripurna yang merupakan tingkatan penghargaan paling tinggi setelah berulang kali mendapatkan piala adipura untuk kategori kota sedang.

Menurut Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun ditemui usai acara penerimaan Piala Adipura Kirana kepada Bupati Kudus di Alun-Alun Kudus, Senin (25/7/2016), penghargaan Adipura untuk kategori kota sedang terbersih memang sudah berulang kali, termasuk model penghargaan piala adipura yang terbaru juga meraih kembali penghargaan.

Sebelum ada perubahan kategori, Kabupaten Kudus tercatat sudah lima kali meraih penghargaan serupa sejak 2009.

Penghargaan pada tahun 2016, Kudus mendapatkan piala Adipura Kirana yang fokus penilaiannya pada kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan investasi yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup.

“Karena sudah berulang kali mendapatkan penghargaan serupa, tentunya kami perlu menargetkan penghargaan yang lebih tinggi, yakni Adipura Paripurna,” ujarnya.

Adipura Paripurna merupakan penghargaan bagi kabupaten/kota dengan capaian minimal dua kategori dari beberapa kategori.

Penilaian adipuran terbaru dibagi menjadi lima kategori, yakni Adipura Buana, Adipura Kirana, Adipura Karya, Adipura Bakti, dan Adipura Paripurna, sedangkan Adipura Kencana ditiadakan.

Untuk kategori Adipura Buana diberikan kepada pemerintah daerah yang menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk kota yang layak huni yang tercermin dari masyarakat kota yang peduli lingkungan, sementara Adipura Karya penilaiannya merupakan penggabungan aspek sosial dan ekonomi untuk membentuk kota produktif, penciptaan lapangan kerja, pendidikan kesehatan, transportasi massal ramah lingkungan, dan jaringan kerja sama antardaerah.

Adipura Bakti diberikan kepada walikota/bupati terbaik yang progresif, kolaboratif, dan kreatif.

“Kami tentu akan berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan persyaratan yang harus dicapai agar bisa meraih Adipura Paripurna,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemkab setempat akan menggagendakan studi banding ke daerah yang pernah menerima Adipura Paripurna, seperti Surabaya untuk kategori kota metropolitan, Balikpapan (kategori kota besar), dan Tulungagung (kategori kota sedang).

Acara serah terima piala Adipura Kirana dari Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun kepada Bupati Kudus Musthofa di Alun-Alun Kudus, Senin (25/7), berlangsung meriah karena dihadiri puluhan ribu orang.

Mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai, karyawan, perwakilan kelompok masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat lainnya memadati Alun-Alun Kudus yang merupakan jantung kota itu.

Selain itu, kelompok pemerhati lingkungan yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Pelestari Hutan (PMPH) juga ikut hadir karena mendapatkan penghargaan dari pemerintah berupa Kalpataru berkat perannya dalam melestarikan alam.

Bupati Kudus Musthofa menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat setempat yang berpartisipasi dalam menjaga kebersihan kota, termasuk para padagang kaki lima (PKL).
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, penghargaan Adipura ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat agar merasa memiliki.

“Jika ingin mendapatkan penghargaan yang lebih baik, tentunya kebersihan lingkungan harus tetap dijaga,” ujarnya. (Red-HJ99/Ant).