Tanaman Tembakau di Temanggung Rusak Berat
Kamis, 28 Juli 2016, 16:09:00 WIB
Temanggung, Harianjateng.com – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir merusak tanaman tembakau di kawasan Gunung Prau, Sindoro, dan Sumbing Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Petani di Dusun Putihan, Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Jumadi di Temanggung, Kamis (28/7/2016) mengatakan hujan yang terjadi pada misim kemarau basah ini telah merusak daun tembakau, terutama di bagian bawah.
“Sebagian daun tembakau bagian bawah menguning karena kelembaban tanah tinggi, hal ini dapat menurunkan kualitas tembakau,” ungkapnya.
Ia mengatakan akibat guyuran hujan secara terus-menerus mengakibatkan kelembaban tanah tinggi.
Ia menuturkan daun yang telah menguning tersebut kalau masih bisa dipanen bisa dijadikan “dendeng” untuk membuat cerutu, tetapi kalau tidak bisa dimanfaatkan akan dibuang sehingga petani merugi.
Ia menyebutkan tahun ini pihaknya menanam sebanyak 20.000 pohon tembakau, meskipun belum memasuki masa panen, pihaknya terpaksa membuang berapa daun tembakau bagian bawah karena menguning dan tidak bisa dimanfaatkan.
Petani yang lain, Giyanto berharap cuaca ke depan semakin baik untuk tanaman tembakau, apalagi saat masa panen nanti membutuhkan panas matahari untuk proses pengeringan tembakau rajangan.
“Kami berharap ke depan cuaca semakin bagus sehingga hasil panen tembakau tahun ini bagus dengan harga yang bagus pula,” ucapnya.
Sebelumnya Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, Untung Prabowo mengatakan pada kemarau basah tahun ini, petani dalam menanam tembakau harus memperhatikan drainase agar tidak terjadi kelembaban yang dapat memicu timbulnya penyakit pada tanaman tembakau.
“Iklim sangat berpengaruh terhadap tanaman tembakau, saat kemarau basah masih terjadi hujan, hal ini jangan sampai mengganggu tanaman tembakau maka harus memperhatikan struktur budidaya,” tuturnya.
Ia menyebutkan luas tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung pada masa tanam 2016 mencapai 16.220 hektare atau turun dibanding masa tanam 2015 sekitar 19.000 hektare.
“Berdasarkan pengamatan di lapangan, penurunan luas lahan tembakau tersebut kebanyakan di lahan sawah,” ujarnya. (Red-HJ99/ant).
Berita terkait
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
Mlaku Lampah “Jejak Rasa Dari Ladang”...
Malam Papringan Tedhak Rasa, Gala Papringan...
Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan,...
Golkar Jateng Bangga Lagu ‘MBG Mas...
Program Dokter Spesialis Keliling Layani Ribuan...
Berita Terbaru
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa, HMI Cabang...
